Pengadilan Musik Vonis Kaliyuga Milik Forgotten Layak Edar Jadi Putusan Perdana di 2018

Semalam (Jumat, 19/1/2018) kelompok musik death metal Kota Bandung yang bernama Forgotten menjadi terdakwa di pengadilan musik              

Pengadilan Musik Vonis Kaliyuga Milik Forgotten Layak Edar Jadi Putusan Perdana di 2018
TRIBUN JABAR/KEMAL SETIA PERMANA
Pengadilan Musik jilid 19 mengadirkan grup band Forgotten sebagai terdakwa dalam program yang digelar DCDC dan Atap Promotions di Kantin Nations The Panas Dalam, Kota Bandung, Jumat (19/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.CO.ID. BANDUNG - November 2017 Forgotten pamer album keenam kepada para penggemarnya di Kantin Nations The Panas Dalam Jalan Ambon, Bandung. Namun di tempat yang sama,  semalam (Jumat, 19/1/2018) kelompok musik death metal Kota Bandung ini menjadi terdakwa.                    

Pastinya, ratusan penggemarnya datang dan memadati kafe tersebut karena ingin menyaksikan ketegaran  para personel Forgotten menghadapi serangan duo jaksa penuntut umum, Budi Dalton dan Pidi Baiq pada gelaran Pengadilan Musik yang diapungkan DCDC gawe bareng dengan Atap Promotions.                    

Dalam persidangan yang didalangi hakim ketua, Man Jasad, itu tidak jarang terjadi perdebatan seru antara duo jaksa penuntut umum  versus duet pembela, Gebeg Taring dan Yoga PHB. Tentu saja itu menjadi tontonan menarik, karena masing-masing kubu berargumen yang tidak jarang nyerempet-nyerempet kocak dan  kadang "jorang" sehingga kerap mengundang gerrr hadirin.        

Kemeriahan perdebatan juga acap dipacu Edi Brokoli yang terlibat sebagai panitera . Dengan kenyataan itu, hakim ketua pun seakan jadi penonton dan berleha-lehai kursinya.                    

Tapi pada gilirannya, hakim ketua yang telah cukup banyak mendengar dakwaan atau tuntutan duo jaksa penuntut umum terhadap karya teranyar (album) para personel Forgotten termasuk bantahan dan pembelaan duet pembelanya, memutuskan album teranyar Forgotten yang mengandalkan lagu "Kaliyuga" layak edar.                

Dan lagu itu pun akhirnya  disuguhkan kepada para penggemarnya yang dari jreng sampai gedubrak setia menjadi saksi kelangsungan persidangan album keenam Forgotten di ajang Pengadilan Musik episode ke-19.    

Forgotten seakan lahir kembali, band ini tiba-tiba mencuat ke permukaan. Pasalnya, album terbaru mereka yang berlabel Kaliyuga, bukan saja mampu menyedot perhatian para pecinta musik metal , namun juga mengusik ketenangan dunia musik metal yang selama ini mendambakan lahirnya almbum terbaru dari band beralira death metal ini. 

Forgotten selama ini memang dikenal sebagai salah satu peneror yang paling mengerikan yang dicap sebagai misionaris idealisme. 

Frontal, sarkastik, brutal, dan sompral rasanya cukup untuk menggambarkan seperti apa Forgotten dalam musik dan liriknya. Sejak awal kali muncul, mereka langsung dikenal sebagai band yang berani menyuarakan hal-hal yang tidak familiar untuk diaminkan banyak orang, juga mampu menyulut kontroversi di banyak kalangan. Tema seputar politik, sosial, ekonomi, hingga yang berkolerasi dengan prinsip pribadi menjadi fokus yang mereka angkat. 

Halaman
123
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved