Pilgub Jabar 2018

Terpantau Lewat Media Sosial, ANS Terindikasi Jadi Timses dan Simpatisan Bapaslon Pilgub

"KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) yang mendalaminya, untuk mengambil putusan," ujarnya.

TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA
Kepala Bawaslu Jawa Barat, Harminus Koto 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Bawaslu Jabar menemukan tiga kasus ASN terlibat menjadi timses atau simpatisan bapaslon cagub-cawagub atau bapaslon cabup-cawabup.

Tiga kasus itu terjadi di Majalengka, Tasikmalaya, dan Banjar.

Ketua Bawaslu Jabar, Harminus Koto, mengatakan para ASN yang terindikasi terlibat sudah dipanggil.

"Mereka sudah dipanggil dan memberikan klarifikasi," ujar Harminus Koto ketika dihubungi Tribun Jabar melalui telepon, Jumat (19/1/2018).

Saat pemanggilan tersebut, Harminus Koto mengatakan semua ASN memiliki motif yang berlainan saat menunjukkan keberpihakannya dalam pilkada.

Namun Bawaslu tidak berhak memberi sanksi pada ASN tersebut.

"KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) yang mendalaminya, untuk mengambil putusan," ujarnya.

Lebih lanjut, Harminus Koto menjelaskan indikator seorang ASN terlibat dalam kampanye bapaslon.

Baca: Harga Bawang Merah Anjlok, Petani Hampir 2 Tahun Tak Nikmati Hasil Jerih Payah

Di antaranya, ia menyontohkan tidak boleh mengunggah tanda jempol sebagai tanda keberpihakan pada seorang bapaslon, menjadi narasumber di parpol, tidak boleh ikut kampanye, dan berpolitik.

Peraturan tersebut tercantum dalam peraturan Kemen PANRB.

Selanjutnya, Bawaslu akan terus mengawasi ASN yang diduga terlibat menjadi timses atau simpatisan seorang bapaslon.

"Kita awasi, patroli di akun media sosial dan turun langsung lapangan saat kampanye. Kami juga melihat apakah mereka terlibat langsung ataupun tidak, kami lakukan terus menerus," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan sejumlah ASN di Majalengka, Banjar, dan Tasikmalaya terlibat menunjukkan dukungannya pada satu di antara bapaslon cagub-cawagub dan cabup-cawabup.

Aktivitas mereka terpantau melalui media sosial Facebook. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved