Dikira Hilang di Gunung Manglayang, Pemuda Kacapiring Ini Ternyata Ada di Sini

Hasan Ibadurahman, menceritakan datang ke tempat wisata tersebut bersama 11 orang temannya untuk camping di Bumi Perkemahan Batu Kuda.

Penulis: Ery Chandra | Editor: Ravianto
Tribunjabar/Ery Chandra
Kepala Bagian Pemangku Hutan Wilayah Manglayang Barat, Aca Suryana (47), (kedua dari kiri mengenakan kemeja garis kuning), saat berfoto bersama dengan Hasan Ibadurahman (16), kedua dari kanan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Hasan Ibadurahman (16), pengunjung Bumi Perkemahan Batu Kuda yang beredar di media sosial dinyatakan hilang di Gunung Manglayang pada Minggu (14/1/2018), ternyata pulang ke rumahnya di Jalan Kaca Piring, Jalan Ahmad Yani, Sidolig, Kota Bandung.

Dia pulang untuk mengambil kunci duplikat sepeda motornya yang hilang saat berkemah di kawasan wisata itu.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Jabar, Hasan Ibadurahman hendak mengambil sepeda motor Honda Scoopy tahun 2013 warna hitam dan merah tersebut di parkiran Wana Wisata Batu Kuda sekira pukul 11.50 WIB.

Tetapi kini sepeda motor tersebut diamankan di Polsek Cileunyi.

Hasan Ibadurahman, menceritakan datang ke tempat wisata tersebut bersama 11 orang temannya untuk camping di Bumi Perkemahan Batu Kuda.

Baca: Musim Depan Herrie Setyawan Ingin Jadi Pelatih Kepala, Bukan Asisten

Baca: Terungkap, Idrus Marham Ternyata Pernah Diusir dari Gedung Kemensos Gara-gara Jins Lusuh

Pasalnya, sepeda motor itu ditinggal karena kuncinya hilang saat berkemah.

"Saya bukan muncak ke atas, camping hari Sabtu sore datang kesini. Pertama motor aman kunci masih ada. Pas packing dan bikin tenda dan lain sebagainya. Waktu malam saya tidur dan bangun kunci sudah tidak ada," ujar Hasan Ibadurahman, saat diwawancarai Tribun Jabar, Cibiru Wetan, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Kamis (18/1/2018).

Hasan mengatakan hanya membawa kunci sepeda motor satu buah.

Sewaktu hendak pulang ke rumah ia panik pada minggu pagi. Karena kunci sudah tidak ada.

Pada saat hari minggu banyak pengunjung di tempat wisata tersebut. Saat itu,  ia hanya menitipkan motor secara lisan kepada juru parkir yang bertugas.

"Saya nitip ke tukang parkir di sini mau mengambil kunci duplikat ke rumah karena ribet ramai pengunjung jadi tidak laporan ke pos. Saya tidak tahu harus lapor ke pos karena baru pertama kali ke sini," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved