Mau Beras Mahal atau Murah, Enggak Ngaruh Buat Kampung Unik di Cimahi Ini

"Enggak terpengaruh biasa saja, karena keseharian makan rasi singkong sejak kecil hingga sudah tua," ujar Icah

Tribunjabar/Hilman Kamaludin
Warga Kampung Adat Cireundeu 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIMAHI - Ketika warga lain mengeluh tentang melonjaknya harga beras, warga di Kampung Adat Cireundeu, Kota Cimahi, justru santai saja. Mau harga beras mahal atau murah, tak masalah bagi mereka.

Kampung di kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi ini bisa diakses melalui pintu keluar Tol Baros dan dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pintu keluar Tol Baros.

Berbeda dari kampung adat lainnya, warga di Kampung Adat Cireundeu ini sebagian besar bercocok tanam singkong atau ketela.

Baca: Bojan Malisic, Bek Persib yang Ganteng Ini Ternyata Hot Papa Banget, Lihat Potret Keseharianya!

Di kampung ini, terlihat lahan tanam singkong yang luas yang berdampingan dengan pemandangan alam yang asri.

Atas hal itu masyarakat Kampung Cireundeu tidak mengonsumsi beras sebagai makanan pokoknya, tapi Rasi yaitu kepanjang dari beras singkong yang mereka hasilkan dan diolah di kampung tersebut.


Bahkan warga adat Cireundeu telah sejak lama memanfaatkan singkong sebagai makanan pokoknya.

Bagi warga adat Cireundeu, singkong bukan hanya sebatas makanan pokok untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, namun mengonsumsinya sudah menjadi ajaran dari leuluhurnya.

Halaman
123
Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved