Saat Dibawa ke RS, Kaisar dalam Keadaan Kritis dan Akhirnya Tak Terselamatkan
Saat pembilasan lambung itu, balita malang itu memuntahkan darah berwarna kehitaman dari mulutnya.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON - Saat dibawa ke IGD RSUD Waled Kabupaten Cirebon, Kaisar Alfikar, balita 14 bulan yang tewas diracun ayah kandungnya sendiri, sempat mendapatkan pertolongan pertama.
Tim dokter langsung memberikan obat-obatan dan membilas lambungnya.
Saat pembilasan lambung itu, balita malang itu memuntahkan darah berwarna kehitaman dari mulutnya.
Baca: Warga Bandung, Perpanjang SIM Anda di Dua Lokasi Ini
"Saat dibawa ke RSUD Waled, suhu badannya sudah dingin," ujar Budi S Soenjaya, Direktur RSUD Waled Kabupaten Cirebon, melalui sambungan teleponnya, Selasa (9/1/2018).
Selain itu, denyut nadinya lemah, tensi darahnya naik, sesak nafas, dan muntah-muntah.
Petugas RSUD Waled Kabupaten Cirebon juga sempat memberikan okigenasi terhadap Kaisar.
Baca: Jenis Racun yang Merenggut Nyawa Balita 14 Bulan Belum Diketahui
"Namun, kondisinya terlalu parah sehingga nyawa Kaisar tak terselamatkan," kata Budi S Soenjaya.
Ayah kandung Kaisar, M Taufik (27), warga Desa Babakanlosari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, tega mencampur racun tikus ke dalam susunya, Sabtu (6/1/2018).
Hanya tiga jam berselang setelah meminum susu campur racun tikus itu, Kaisar meregang nyawa kira-kira pukul 16.35 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/m-taufik-peracun-anak_20180109_074556.jpg)