Rabu, 8 April 2026

Saat Dibawa ke RS, Kaisar dalam Keadaan Kritis dan Akhirnya Tak Terselamatkan

Saat pembilasan lambung itu, balita malang itu memuntahkan darah berwarna kehitaman dari mulutnya.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Yudha Maulana
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
M Taufik warga Desa Babakanlosari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, saat ditemui di Ruang Dahlia F RSUD Waled Kabupaten Cirebon, Senin (8/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON - Saat dibawa ke IGD RSUD Waled Kabupaten Cirebon, Kaisar Alfikar, balita 14 bulan yang tewas diracun ayah kandungnya sendiri, sempat mendapatkan pertolongan pertama.

Tim dokter langsung memberikan obat-obatan dan membilas lambungnya.

Saat pembilasan lambung itu, balita malang itu memuntahkan darah berwarna kehitaman dari mulutnya.

Baca: Warga Bandung, Perpanjang SIM Anda di Dua Lokasi Ini

"Saat dibawa ke RSUD Waled, suhu badannya sudah dingin," ujar Budi S Soenjaya, Direktur RSUD Waled Kabupaten Cirebon, melalui sambungan teleponnya, Selasa (9/1/2018).

Selain itu, denyut nadinya lemah, tensi darahnya naik, sesak nafas, dan muntah-muntah.

Petugas RSUD Waled Kabupaten Cirebon juga sempat memberikan okigenasi terhadap Kaisar.

Baca: Jenis Racun yang Merenggut Nyawa Balita 14 Bulan Belum Diketahui

"Namun, kondisinya terlalu parah sehingga nyawa Kaisar tak terselamatkan," kata Budi S Soenjaya.

Ayah kandung Kaisar, M Taufik (27), warga Desa Babakanlosari, Kecamatan Pabedilan, Kabupaten Cirebon, tega mencampur racun tikus ke dalam susunya, Sabtu (6/1/2018).

Hanya tiga jam berselang setelah meminum susu campur racun tikus itu, Kaisar meregang nyawa kira-kira pukul 16.35 WIB.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved