Selasa, 14 April 2026

Padat Aktivitas Warga, Warga Butuh JPO di Jalan Raya Bandung - Garut

Padahal Banyak pusat aktivitas warga di sana, mulai dari berbagai toko, komplek sekolah, rumah warga, bahkan pabrik.

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Yudha Maulana
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Jembatan Al Masoem di depan komplek pendidikan Al Masoem menjadi satu-satunya jembatan penyeberangan di Jalan Bandung-Garut, Senin (8/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Warga dan pekerja pabrik yang beraktivitas di sekitar Jalan Raya Bandung - Garut membutuhkan jembatan penyeberangan orang (JPO).

Pasalnya, di sepanjang Jalan Bandung-Garut dari Cileunyi hingga perbatasan Cimanggung-Cicalengka, hanya ada satu jembatan penyeberangan saja.

Satu-satunya jembatan penyeberangan tersebut berada di depan kompleks pendidikan Al Masoem.

Padahal Banyak pusat aktivitas warga di sana, mulai dari berbagai toko, komplek sekolah, rumah warga, bahkan pabrik, berdiri di sepanjang Jalan Raya Bandung Garut dari Cileunyi hingga perbatasan Cimanggung-Cicalengka.

Baca: Rakercabsus PDIP Kota Cirebon Memanas, Seorang Kader Lempar Kursi saat Ketua DPC Berpidato

Warga pun banyak yang berlalulalang melintasi jalan tersebut.

Jalan perbatasan yang terbilang lebar dan mulus, membuat pengendara kerap memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Hal tersebut tentu membahayakan para pengguna jalan, terutama warga yang menyeberang jalan.

"Dulu ada sebelum Kahatex, sayang sekarang dibongkar. Padahal, jalan Bandung-Sumedang ini bahaya, mobilnya ngebut," ujar Suyati (51) warga Rancaekek, ketika ditemui Tribun Jabar di wilayah Dangdeur, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin (8/1/2018).

Baca: Puluhan Mahasiswa Teknik Industri Dalam dan Luar Negeri Akan Bersaing dalam IECOM

Hal yang sama diungkapkan Mira Lestari (25), buruh pabrik yang harus menyeberang jalan untuk sampai di tempat kerjanya.

Menurut Mira, banyak para pekerja pabrik yang merasa khawatir akan terserempet kendaraan bila menyeberang di jalan Bandung-Garut.

Akhirnya, para pekerja terpaksa menunggu kawannya yang lain sehingga jumlah penyebrang menjadi banyak. Ketika itu barulah menyeberang

Baca: Masih Belum Umumkan Calon Wakil, Oded Tanggapi Begini Terkait Pilwalkot Bandung

"Kalau para pekerja memang butuh jembatan penyeberangan, masalahnya kendaraan yang lewat sini suka ngebut, takut," ujar Mira.

Mira dan Suyati berharap pemerintah yang berwenang dapat membuat jembatan penyeberangan agar lebih aman bagi masyarakat saat beraktivitas.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved