Pilgub Jabar

Calon yang Diusungnya Bukan Kader, PKB Pun Titip Ini Pada Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum

Yang penting PKB ikut berkompetisi di Pilgub Jabar. Kami anggap Kang Emil harus ikut kompetisi dan memenangi Pilgub.

instagram Ridwan Kamil
Unggahan Ridwan Kamil dalam akun Instagramnya, Minggu (7/1/2018). Ridwan Kamil akan berpasangan dengan Uu Rhuzanul Ulum menuju bursa Pilgub Jabar 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Walaupun tidak mengusung kader internal partai untuk mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018, PKB yang mengusung Ridwan Kamil bersama Nasdem, PPP, dan Hanura menitipkan Sembilan Agenda Lahir Batin untuk dijadikan visi dan misi pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jabar 2018.

Ketua DPW PKB Jabar, Syaiful Huda, mengatakan PKB secara resmi mengusung pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon gubernur dan wakil gubernur pada Pilgub Jabar 2018 melalui penyerahan surat keputusan keputusan pengusungan pasangan tersebut di Kantor DPW PKB Jabar, Senin (8/1/2017).

Baca: Ini Kata Mario Gomez tentang Laga Uji Coba Persib Bandung di Jalak Harupat Tadi Pagi

"Yang penting PKB ikut berkompetisi di Pilgub Jabar. Kami anggap Kang Emil harus ikut kompetisi dan memenangi Pilgub. Kami sudah lama ingin menyampaikan mandat, saat SK diserahkan pertama kali, yaitu Sembilan Agenda Jabar Juara Lahir Batin. Kami harap jadi bagian visi misi Kang Emil," kata Huda dalam penyerahan SK tersebut.


Adapun sembilan agenda lahir batin tersebut antara lain menggerakkan, menjaga, dan memfasilitasi pembangunan dan pengembangan pesantren, masjid, dan tajug, keberlangsungan madrasah diniyah, dan majelis taklim dengan memerhatikan kesejahteraan guru ngaji.

Kedua, menguatkan kesejahteraan ekonomi umat Islam di Jabar, dengan menciptakan saudagar santri dan meningkatkan kapasitas UMKM melalui pemberian akses jejaring ekonomi dan pendampingan yang intensif.

Ketiga, membuka lapangan kerja baru, menciptakan ekonomi kreatif dengan cara menumbuhkembangkan enterpreneur muda urban dan desa untuk mengurangi pengangguran di Jawa Barat. Keempat, menjamin keberlangsungan pasar tradisional dan warung rakyat dengan sistem zonasi retail modern dan merevitalisasi pasar tradisional.

Kelima adalah meningkatkan pendapatan petani dan nelayan dengan cara penciptaan skala ekonomi, melalui pengembangan program unggulan kawasan pedesaan (cluster ekonomi). Keenam mengarusutamakan kelompok perempuan melalui pemberdayaan usaha ekonomi, serta meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan ibu dan anak.


Ketujuh, mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan pembangunan di Jawa Barat melalui percepatan pemekaran, pembangunan megapolitan, dan pembangunan kawasan Jabar Selatan. Kedelapan, mengurangi tingkat kemiskinan dengan mempercepat pelaksanaan program reforma agraria dan perhutanan sosial melalui redistribusi tanah dan legalisasi aset untuk masyarakat Jawa Barat, dan terakhir mendorong percepatan kemandirian ekonomi desa dengan cara menggerakan dan pengembangan bum desa, pariwisata desa, serta pengalokasian dana desa dari APBD provinsi sebagai dana pendamping dana desa dari APBN.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved