Senin, 13 April 2026

Curahan Hati Warga di Belakang Trans Studio Bandung, Rutin Kebanjiran Sampai Setinggi Paha

Suherman dan Entin yang merupakan warga sekitar sama-sama mengatakan genangan air sudah terjadi sejak pembangunan TSM.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
ISTIMEWA
Genangan air di Jalan Deme, RT 5, RW 3, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung setelah hujan badai terjadi pada Kamis (4/1/2018) siang selama 1-2 jam. Kawasan ini letaknya tepat di belakang Trans Studio Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG
 - Genangan air muncul di sepanjang 100 meter Jalan Deme, RT 5, RW 3, Kelurahan Cibangkong, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Lokasinya, persis berada di belakang Trans Studio Bandung.

Genangan itu muncul setelah hujan badai terjadi pada Kamis (4/1/2018) siang selama 1-2 jam.




Melalui tulisan ini akan dirangkum beberapa curahan hati warga sekitar yang terkena dampak genangan air itu.

1. Setinggi Paha Orang Dewasa

Warga sekitar, Suherman (52) dan Entin (52) menyebut genangan air mencapai paha orang dewasa.

"Kemarin pas hujan badai. Langsung ada genangan air setinggi paha orang dewasa," kata Suherman kepada Tribun Jabar, Jumat (5/1/2018) di lokasi bekas muncul genangan air.

Saat ditunjukan oleh Tribun Jabar gambar yang tersebar di media sosial, Suherman, mengatakan bahwa air di gambar itu sudah surut.

"Ini mah sudah surut. Kemarin itu betul setinggi paha orang dewasa," kata Suherman sembari melihat gambar di ponsel wartawan Tribun Jabar.

2. Air Masuk ke Dalam Rumah

Akibat dari adanya genangan air itu, beberapa rumah warga kemasukan air.

Termasuk rumah yang ditempati oleh Suherman dan Entin yang lokasinya persis di pinggir Jalan Deme.

"Banyak barang-barang basah. Kasur, karpet, kursi pada basah semua," kata Entin.

Kemudian, sambungnya, banyak juga sepeda motor yang mogok saat melintas melewati genangan air itu.





3. Akibat Drainase Tak Berfungsi

Genangan air disebabkan oleh drainase yang tak berfungsi secara baik.

Hal itu dikatakan oleh warga sekitar, Agus Ginanjar (50), Suherman, dan Entin.

"Drainase di persis belakang tembok TSM diameternya hanya sekira 60-80 sentimeter. Sedangkan, drainase itu tidak hanya menampung air dari RW 3, tapi juga dari RW tetangga," ujar Suherman kepada Tribun Jabar, Jumat (5/1/2018).

Dengan diameter 60-80 sentimeter, sambungnya, drainase di belakang TSM menampung sejumlah aliran air dari RW 3 dan beberapa RW yang berada di sekitarnya.

Akibatnya, dikatakan Suherman, drainase itu tak mampu menampung air sebanyak itu.

4. Rutin Terjadi

Tak hanya satu kali dua kali, genangan air di wilayah itu rupanya rutin terjadi.

Setiap hujan deras, genangan air akibat drainase yang tak berfungsi secara baik itu selalu muncul.

Suherman dan Entin yang merupakan warga sekitar sama-sama mengatakan genangan air sudah terjadi sejak pembangunan TSM atau dulu dikenal dengan nama Bandung Super Mal (BSM).

"Sudah sejak 2001. Sejak ada BSM," kata Suherman kepada Tribun Jabar, Jumat (5/1/2018) siang.

5. Antisipasi Warga

Akhirnya, warga yang tinggal di sekitar Jalan Deme belakang TSM membuat pembatas dari logam di depan rumahya.

Di beberapa rumah pembatas dari logam itu tampak dipasang di pagar depan.

Pembatas itu menutupi setiap celah yang bisa menjadi jalan masuk air ke dalam rumah.

Jika diukur dari Jalan Deme, pembatas itu memiliki tinggi se-perut orang dewasa.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved