Pilgub Jabar
NasDem Klaim Koalisi Partai Pendukung Tetap Kompak Dukung Emil
Walaupun Ridwan Kamil menjalin komunikasi dengan PDIP menjelang Pilgub Jabar 2018, dia tetap menjalin komunikasi dengan partai-partai . .
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Ketua DPD Partai NasDem Jabar Saan Mustopa mengatakan walaupun Ridwan Kamil menjalin komunikasi dengan PDIP menjelang Pilgub Jabar 2018, wali kota Bandung tersebut tetap menjalin komunikasi dengan partai-partai yang sudah duluan mendukungnya, yakni Partai Nasdem, PKB, PPP, dan Partai Hanura.
"NasDem memberikan kesempatan terkait dengan pencarian Pak Ridwan Kamil terhadap calon wakilnya, apakah dari PDIP, PPP, atau PKB. Tentu Pak Ridwan Kamil mengkomunasikan ini dengan partai-partai lain, baik dengan PPP, PKB, maupun NasDem. Sehingga apa yang akan ditentukan Ridwan Kamil tidak bikin problem baru," kata Saan di Papandayan Hotel, Jumat (5/1/2018).
Dengan komunikasi yang baik bersama partai-partai pendukungnya, kata Saan, tidak akan ada satupun dari partai pendukungnya yang merasa tidak diberi tahu perkembangan pengusungan atau keluhan lain sejenisnya.
Dengan demikian, masalah yang sempat menimpa para partai koalisi pendukung Ridwan Kamil beberapa waktu lalu tidak akan terjadi lagi.
Baca: 4 Zodiak yang Diramalkan Akan Bahagia di Tahun 2018, Apa Saja?
"Kita ingin karena ini detik-detik terakhir pendaftaran, maka segala proses yang diambil Ridwan Kamil dalam menentukan wakil, bisa dikomunikasikan baik dengan partai lain. Kalau PDIP masuk barisan, maka tentu akan lebih baik Ridwan Kamil mengomunikasikannya ke PKB, PPP, NasDem, dan Hanura," katanya.
Jika PDIP ikut dalam barisan koalisi partai pendukung Ridwan Kamil, katanya, maka siapapun usulan calon wakil gubernur dari PDIP akan dibahas bersama dalam musyawarah bersama partai koalisi pendukung lainnya.
"Yang diusulkan PDIP nanti, apakah itu nama Pak Anton, baik yang diusulkan PPP dan PKB, itu sebagai sebuah usulan dari partai koalisi untuk dibahas dalam musyawarah. Jadi itu untuk disampaikan. Nanti kita sepakati, kesepakatan bersama," ujarnya.
Perjalanan Yon Koeswoyo Bersama Koes Plus, dari Konflik Keluarga Hingga Mendekam Dibalik Penjara https://t.co/jIRTMFE9wG via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) January 5, 2018
Pemberian kewenangan kepada Ridwan Kamil untuk memilih calon wakil gubernurnya, kata Saan, diberikan Nasdem tidak secara mutlak. Sehingga, Ridwan Kamil harus memberikan rasionalisasi kepada semua partai pendukungnya, alasannya memilih salah satu calon wakil gubernurnya.
"Nasdem sepenuhnya menyerahkan kepada Ridwan Kamil. Tapi proses komunikasi kepada semua partai koalisi, semua penting. Koalisi yang sudah terbangun sudah cukup, 24 kursi, jadi saat PDIP masuk, sudah sama. Tidak ada istilahnya dalam koalisi itu hak istimewa kepada salah satu partai," katanya.
Pembahasan koalisi dan pengusungan wakil untuk Ridwan Kamil, katanya, dilakukan di tingkat DPP. PDIP, ucapnya, pasti akan mengusulkan nama calon wakilnya, namun belum dipastikan. Partai tingkat provinsi, katanya, hanya menjalankan perintah DPP.
Jika PDIP benar akan bergabung mendukung Ridwan Kamil, katanya, barisan koalisi menjadi lebih kuat karena menjadi 44 kursi di DPRD Jabar atau hampir 50 persen. Diharapkan hal ini pun akan searah dengan tingkat elektoral yang juga besar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ketua-dpd-partai-nasdem-jabar-saan-mustopa-di-papandayan-hotel_20180105_211516.jpg)