SMAN 9 Bandung Menghabiskan Dana Rp 2,6 Miliar untuk Merenovasi dan Membangun Kelas Baru

Adanya ruang kelas baru, tidak berarti SMAN 9 Bandung menambah jumlah siswa dan rombongan belajar.

SMAN 9 Bandung Menghabiskan Dana Rp 2,6 Miliar untuk Merenovasi dan Membangun Kelas Baru
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Kepala SMAN 9 Bandung, Agus Setia Mulyadi, ditemui wartawan di SMAN 9 Bandung, Rabu (3/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - SMAN 9 Bandung baru saja meresmikan delapan ruang kelas baru ditambah tiga ruang kelas yang direnovasi, Rabu (3/1/2018).

Untuk membangun dan merenovasi ruang kelas, SMAN 9 Bandung menggunakan dana sekira Rp 2,6 Miliar.

Dana tersebut terkumpul berkat sumbangan dari masyarakat, Dana Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BJB, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Total dana yang digunakan sekira Rp 2,6 Miliar. Dana CSR BJB Rp 365 juta, dari DAK APBN Rp 862 juta, dana untuk rehabilitasi ruang kelas dari DAK APBN, Rp 440 juta. Dana sumbangan dari masyarakat Rp 900 juta," ujar Kepala SMAN 9 Bandung, Agus Setia Mulyadi kepada wartawan di SMAN 9 Bandung.


Awalnya, kata Agus Setia Mulyadi, SMAN 9 Bandung mengajukan proposal rehabilitasi untuk empat kelas ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Kemudian, empat kelas tersebut dirobohkan untuk dibangun delapan kelas di dua lantai.

Selain itu, tiga ruang kelas di bagian belakang SMAN 9 Bandung juga ikut direhabilitasi.

"Delapan kelas baru ini, dua di antaranya dibiayai BJB, empat kelas dari Pemprov, dua kelas dari sekolah. Ditambah kelas yang direhabilitasi dari Pemprov, total ada 11 sebelas kelas," ujarnya.

Kesebelas ruang tersebut digunakan untuk kebutuhan belajar mengajar.

Adanya ruang kelas baru, tidak berarti SMAN 9 Bandung menambah jumlah siswa dan rombongan belajar.

Penambahan ruang kelas dibutuhkan karena antusiasme siswa masuk jurusan IPA sangat besar.

Mulai kelas XI, siswa SMAN 9 Bandung akan dibagi dalam 11 kelas, yaitu tujuh kelas IPA dan empat kelas IPS.

Peresmian ruang kelas baru ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan alias Aher, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, serta Direktur BJB, Ahmad Irfan.

Penulis: Theofilus Richard
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved