Walhi Jabar: Pemerintah Kota Bandung Harusnya Antisipasi Bencana Lebih Dini

Dadan menyebutkan, ketika sudah terjadi bencana yang menelan korban harta dan jiwa. Seharunya, dapat diantisipasi lebih dini oleh pemerintah.

Walhi Jabar: Pemerintah Kota Bandung Harusnya Antisipasi Bencana Lebih Dini
Tribun Jabar/Ery Chandra
Suasana badan Jalan Dago Atas, Bandung yang mengalami longsor akibat turun hujan. Minggu (31/12/2017) 

Laporan Reporter Tribun Jabar, Ery Chandra

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat mendesak Pemerintah Kota Bandung untuk bekerja lebih serius mengurangi dampak resiko bencana yang tepat sasaran.

Salah satunya, dampak yang diakibatkan oleh longsor yang terjadi di Jalan Ir. H. Juanda, Dago Atas, Kampung Cirapuhan, Kota Bandung, Minggu (31/12/2017) sekira pukul 16.00 WIB.

Walhi meminta agar pemerintah melakukan antisipasi dini, pasalnya sebagian wilayah di Kota Bandung rentan longsor atau pergerakan tanah, karena struktur tanah dan geologisnya.

Baca: Harapan Besar di Tahun 2018, Wulan Guritno Ingin Bikin Film

Direktur Eksekutif Walhi Jabar, Dadan Ramdan, seharusnya dengan kondisi alam seperti itu bisa diantisipasi.

"Karena wilayahnya rentan apalagi kalau akan semakin bertambah pembangunan-pembangunan masif dilakukan, wilayah yang rentan bahayanya semakin besar," ujar Dadan saat dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Minggu (31/12/2017), malam.


Dadan menyebutkan, ketika sudah terjadi bencana yang menelan korban harta dan jiwa. Seharunya, dapat diantisipasi lebih dini.

"Apalagi dengan adanya badan penanggulangan bencana dan kebakaran. Bandung ini kan rentan bencana longsor, kebakaran, banjir. Itu kan secara pemeriksaan ada gerakan tanah yang ditemukan," kata dia.

Baca: Menyeramkan! Cafe ini Tawarkan Menu Bola Mata, Sepeti ini Lho Bentuknya

Dadan mengatakan, agar kedepannya Pemkot Bandung harus membatasi pembangunan yang berada di bantaran sungai. Terutama di wilayah Bandung Utara.

Serta tidak memberikan izin pembangunan di lereng-lereng. Baik untuk permukiman apalagi komersil seperti hotel dan apartemen.

"Seperti The Maj sangat rentan, sudah empat kali terjadi. Tapi tetap saja izin diberikan," ujarnya.

Penulis: Ery Chandra
Editor: Yudha Maulana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved