Sekretaris Disparbud Jabar: Salah Persepsi, Tak Ada PHK

Hal tersebut pun, katanya, sudah dibicarakan dengan para pekerja yang selama. . .

ISTIMEWA
Papan nama Kantor Disparbud Jabar di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Agus Hanafiah, mengatakan kabar mengenai enam tenaga harian lepas di Gedung Rumentang Siang yang akan dirumahkan atau bahkan terkena PHK, hanyalah sebuah miskomunikasi.

Agus mengatakan tidak ada satupun tenaga harian lepas yang terkena PHK.

Hal tersebut pun, katanya, sudah dibicarakan dengan para pekerja yang selama ini tenaganya sangat dibutuhkan untuk menggelar banyak pertunjukan di gedung tersebut, Jumat (29/12/2017) siang.

"Ini hanya masalah salah presepsi. Bukan PHK, tidak ada PHK atau pemecatan. Yang kami sampaikan, honor mereka belum ditentukan pada 2018. Hal ini disebabkan ada perubahan struktur di balai-balai," kata Agus saat dihubungi, Jumat (29/12).

Revitalisasi atau reorganisasi balai-balai di Pemerintah Provinsi Jawa Barat, katanya, berdampak pada perubahan struktur pegawainya.

Bukan hanya tenaga harian lepas, katanya, pejabat struktural di Pemprov Jabar pun bahkan menunggu keputusan perubahan susunan balai tersebut.

"Semua menunggu keputusan restrukturisasi itu yang akan ditentukan Janauari 2018. Akan ada balai yang dimerjer dengan dinas lain, atau ada yang dirampingkan, kita belum tahu. Semua masih dikaji. Ini pun berpengaruh pasa penetapan anggaran," kata Agus.

Di dinasnya, kata Agus, terdapat lima balai yang akan menjalani restrukturisasi, yakni Balai Pengelolaan Museum Sri Baduga, Balai Pengelolaan Cagar Budaya, Nilai Budaya, dan Sejarah, Balai Pengelolaan Anjungan Jawa Barat di TMII, Balai Pengembangan Kemitraan SDM Pariwisata dan Budaya, serta Balai Pengelolaan Taman Budaya yang di dalamnya ada pengelolaan Gedung Rumentang Siang.

"Ada sekitar 30 orang di lima balai itu yang juga menunggu keputusan, mau dimerjer ke mana atau diposisikan di mana nantinya. Semua menunggu keputusan penganggaran pada 2018. Karena kita pun belum ada kepastian sampai Januari 2018," ucapnya.

Dengan demikian, Agus mengatakan para pegawai ini diharapkan menunggu dengan tenang sampai keputusan ditentukan di awal 2018. Para tenaga di Rumentang Siang, katanya, tidak akan di-PHK begitu saja karena tenaganya sangat dibutuhkan untuk operasional gedung kesenian tersebut. 

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved