DED Flyover di Perlintasan KA Jalan Gatsu Cimahi Sudah Ada, Tapi Belum Juga Dibangun - Ini Alasannya

Kepala Bidang Perencanaan Fisik Bappeda Kota Cimahi, Diah Ajuni, mengatakan Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi merupakan jalan . . .

DED Flyover di Perlintasan KA Jalan Gatsu Cimahi Sudah Ada, Tapi Belum Juga Dibangun - Ini Alasannya
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Kemacetan di perlintasan kereta api di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi, Rabu (27/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIMAHI - Detail Engenering Design (DED) rencana pembangunan flyover di perlintasan kereta api (perlintasan sebidang) di Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Cimahi sebenarnya sudah dibuatkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sejak tahun 2015.

Namun hingga sekarang ini pelaksanaan pemabngunannya belum juga direalisasi oleh Pemrprov Jabar.

Kepala Bidang Perencanaan Fisik Bappeda Kota Cimahi, Diah Ajuni, mengatakan Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi merupakan jalan milik Pemprov Jabar.

Pemkot Cimahi, kata Diah, sudah mengajukan usulan beberapa kali agar dibangun flyover atau underpass di kawasan itu ke pihak Provinsi.

Baca: Pascaoperasi Pengangkatan Tumor di Payudara, Kondisi Kehamilan Suhartini Tetap Sehat

"(Provinsi) Sudah membuat DED-nya tinggal pelaksanaan fisiknya," ujar Diah Ajuni di komplek Pemerintahan Kota Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Kota Cimahi, Rabu (27/12/2017).

Menurutnya, dalam DED tersebut, jika dibangun flyover di jalan tersebut akan menghabiskan dana sekitar Rp 45 miliar.


"Jadi, segala hal yang berhubungan dengan jalan tersebut ialah wewenang provinsi termasuk pembangunan di perlintasan sebidang," katanya.

Mengenai belum juga adanya realisasi pembangunan walaupun DED-nya sudah ada, diakui Diah, berdasarkan informasi terakhir yang diperolehnya, rencana pembangunan flyover di perlintasan kereta api Jalan Gatot Subroto itu belum masuk dalam program prioritas pembangunan Pemprov Jabar.

Sementara pembangunan flyover atau underpass di jalan tersebut, ditegaskan Diah, sangat dibutuhkan, karena kemacetannya dinilai sangat tinggi. (*)

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved