Kapolda Jabar: Air Danau Cirata Pekat dan Bau karena Keramba Apung, Pencarian Korban Semakin Sulit
enyelam melakukan pencarian hingga ke kedalaman 15 meter namun jarak pandang di kedalaman itu sangat rendah.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Yudha Maulana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Penyelaman untuk mencari korban tenggelam di Bendungan Cirata pada Kamis (21/12) terus dilakukan.
Selain penyelaman, petugas gabungan juga menyisir sekitar lokasi kejadian hingga lebih dari 200 meter. Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto sempat ikut menyisir lokasi kejadian, Sabtu (23/12) menggunakan perahu motor.
"Pencarian korban masih terus dilakukan termasuk menyisir lokasi kejadian. Penyelaman juga sudah dilakukan namun hingga siang ini belum ketemu," ujar Kapolda.
Baca: Jangan Sampai Terlihat Seperti Shinchan, Ketahui 10 Kesalahan Wanita saat Membuat Alis
Ia menjelaskan, di lokasi kejadian, 2 km dari posko pencarian di Desa Tegaldatar Kecamatan Maniis Kabupaten Purwakarta kedalaman air mencapai lebih dari 50 meter.
Penyelam melakukan pencarian hingga ke kedalaman 15 meter namun jarak pandang di kedalaman itu sangat rendah.
"Di kedalaman 15 meter gelap sekali, kenapa gelap karena peternak ikan (keramba jaring apung) ini kan beri ikan pakai pakan dan pelet, sehingga warna air jadi sangat pekat dan bau, seperti menyelam di safety tank (cubluk)," ujar Agung.
Ia menjelaskan, penyebab kecelakaan karena penumpang perahu berbahan fiber tersebut tidak mampu menahan beban alias bebannya melebihi kapasitas sehingga perahu tenggelam.
Belum lagi, selain membawa penumpang, perahu juga membawa hasil bumi yang dipanen dari Pulau Pasir Tangkil.
"Selama tiga hari pencarian, penyebab tenggelam karena perahu melebihi standar kapasitas muatan. Ke depan, saya himbau masyarakat bisa belajar dari kejadian ini, jika hendak berperahu harus pakai pelampung," kata Kapolda.
Kecewa pada Tuhan Gara-gara Hal ini, Suharmin Siram Karpet Masjid Kubah Emas Pakai Air Kencing https://t.co/1wIDpNOKOZ via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 23, 2017
Menurutnya, berdasar pendapat teori kedokteran jika tubuh manusia berada dalam air selama lebih dari satu hari, maka gas dalam tubuh mampu membawa tubuh tersebut ke permukaan air walaupun tubuh korban berada di dasar air.
Baca: Jangan Sampai Terlihat Seperti Shinchan, Ketahui 10 Kesalahan Wanita saat Membuat Alis
"Nah itu, mudah-mudahan saja setelah 3 hari pencarian ke depan, korban hilang bisa ditemukan. Soal sudah meninggal atau belum, kita lihat saja nanti, tentu saja kita semua berharap pada Allah S.W.T agar sesuai harapan," ujar Agung.
Pencarian korban sendiri dilakukan hingga 7 hari setelah kejadian.
Pencarian juga melibatkan berbagai pihak, Basarnas, Dinas Perhubungan, Tagana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Polres dan Kodim 0619 Purwakarta dan warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kapolda-jabar-irjen-agung-budi-maryoto_20171223_152745.jpg)