Siaga! Bencana Longsor Intai 24 Kecamatan di Kabupaten Bandung
Sebenarnya lahan di dataran tinggi ideal untuk ditumbuhi tanaman keras, tetapi saat ini semakin marak oleh permukiman warga.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebutkan ada 24 kecamatan di Kabupaten Bandung yang terancam bencana longsor.
24 kecamatan yang terancam, diantaranya Ibun, Kertasari, Paseh, Cicalengka, Nagreg, Cileunyi, Cimaung, Cimenyan, Arjasari, Pangalengan, Pasirjambu, Ciwidey, serta Kutawaringin.
Penyebab longsor tersebut, diduga karena adanya perubahan kebiasaan masyarakat di lingkungan dataran tinggi salah satunya alih fungsi komoditas.
Baca: Kepadatan Arus Kendaraan Diprediksi Meningkat di Malam Natal dan Tahun Baru
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan Subandi, mengatakan, selain akibat kebiasaan masyarakat, penyebab longsor juga dikarenakan pengaruh cuaca ekstrem yang terjadi akhir-akhir ini.
"Kedua faktor itu berpengaruh terhadap pergerakan tanah," kata Tata saat apel siaga bencana di Bale Rame, Jalan Alfathu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (21/12/2017).
Baca: Video Salmafina Menangis Sesegukan Usai Minta Maaf kepada Orangtua Taqy Malik
Tata juga menjelaskan, sebenarnya lahan di dataran tinggi ideal untuk ditumbuhi tanaman keras, tetapi saat ini semakin marak oleh permukiman warga.
"Lahan di dataran rendah semakin minim, warga membangun rumah di daerah dekat puncak pegunungan," kata Tata.
Maka dari itu, guna menanggulangi bencana tersebut semakin meluas, BPBD melibatkan seluruh pihak untuk program penanganan bencana.
"Sosialisasi kepada seluruh aparat kewilayahan akan terus dilakukan," kata Tata.
Pintar Bagi Waktu, Kunci Sukses Medina Zein Mengelolah Bisnis dan Keluarga https://t.co/QG8O8ExzRc via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 20, 2017
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/apel-siaga-bencana-kabupaten-bandung_20171221_124541.jpg)