VIDEO: Pedagang Berdemo Minta Wali Kota Bandung Pecat Dirut PD Pasar Kota Bandung
Selama pertemuan dengan anggota DPRD, perwakilan pedagang menyampaikan sejumlah aspirasinya.
Penulis: Yongky Yulius | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Para pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (20/12/2017).
Aksi damai yang diikuti oleh para pedagang perwakilan dari Pasar Andir, Pasar Cijerah, Pasar Banceuy, Pasar Anyar, dan Pasar Cihaurgeulis ini mendatangi tiga lokasi.
Baca: Gelandang Serang Martapura FC: Saya Ingin Membela Tim Sebesar Persib Bandung
Lokasi itu di antaranya adalah Kantor PD Pasar Kota Bandung di Jalan Jurang. Kemudian, dilanjutkan ke Balai Kota Bandung dan DPRD Kota Bandung.
Namun, di Kantor PD Pasar mereka tak berhasil menemui direksi, di Balai Kota Bandung pun mereka tak berhasil menemui Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
Persib Bandung Bawa 23 Pemain ke Yogyakarta Termasuk Patrich Wanggai, Igbonefo Datang Awal Januari https://t.co/K8fRZcpTbL via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 20, 2017
Sedangkan, di DPRD Kota Bandung, perwakilan para pedagang diterima oleh Komisi B.
Selama pertemuan dengan anggota DPRD, perwakilan pedagang menyampaikan sejumlah aspirasinya.
Mereka menuntut agar Dirut PD Pasar Kota Bandung diberhentikan karena dinilai tidak dapat mengakomodasi aspirasi para pedagang.
Nur Aeni Kesal dan Menangis, 4 Kali Datang Dini Hari, KTP-el yang Dinanti Masih Belum Jadi https://t.co/9eGzhmoje3 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 20, 2017
Perwakilan pedagang, menginginkan tidak adanya dualisme pengelolaan di Pasar Andir, meninjau ulang kebijakan perubahan Surat Pemakaian Tempat Berjualan (SPTB) ke Surat Sewa Tempat Usaha (SSTU), memeriksa pengelolaan Pasar Banceuy yang mana lantai atasnya digunakan sebagai tempat karaoke, dan mengakomodasi keinginan pedagang Pasar Cihaurgeulis yang hanya ingin ditempatkan di lantai dasar dan diberlakukan hak guna pakai setelah selesai direvitalisasi.