Gempa di Selatan Jawa
Dana Perbaikan Ruang di SMKN 3 Tasikmalaya Bakal Dibantu CSR Bank Daerah
Untuk penanganan kerusakan SMKN 3 Tasikmalaya akan djbantu oleh dana CSR bank daerah di Jawa Barat.
Penulis: Theofilus Richard | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard
TRIBUNJABAR.CO.ID, TASIKMALAYA - Untuk penanganan kerusakan SMKN 3 Tasikmalaya akan djbantu oleh dana CSR (corporate social responsibility) bank daerah di Jawa Barat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ahmad Hadadi, saat kunjungan ke SMKN 3 Tasikmalaya, Rabu (20/12/2017).
"Kerusakan akan diselesaikan melalui csr bjb, khusus SMKN 3 Tasikmalaya ," ujarnya.
Beberapa ruang SMKN 3 Tasikmalaya tampak hancur.
Baca: BREAKING NEWS - Michael Essien Tiba di Kantor Persib Bandung Bermartabat
Ruang Desain Komunikasi Visual kini tidak memiliki atap dan sebagian dindingnya runtuh.
Kerusakan juga terjadi di ruang kelas teori yang berada di bagian belakang.
Selain ruang tersebut, tidak ada kerusakan yang berarti, hanya rusak ringan berupa retakan kecil di beberapa sudut.
Tangis Ayu Ting Ting Pecah, Begini Pengakuannya Soal Isu Perselingkuhan dan Pelakor yang Bikin Heboh https://t.co/Wkj4DHIptJ via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 20, 2017
Untuk kegiatan belajar dan mengajar, SMKN 3 Tasikmalaya akan memaksimalkan ruang-ruang yang masih berdiri kokoh.
"Kalau di SMKN 3, ada lima ruang kelas, kalau untuk lima, bisa menggunakan ruang-ruang yang ada. Pertama kami sedang membangun di sini ada beberapa runagn yang sudah selesai, sekaligus ada cadangan, ada laboratorium, ada aula, itu bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar," ujarnya.
Ahmad Hadadi juga mengatakan, dalam perbaikan SMKN 3, akan memperhatikan kesesuaian struktur bangunan.
"Struktur sebenarnya oke, tetapi atapnya kan baja ringan. Tidak harmoni antara atap dengan genting, harusnya menggunakan genting metal," ujar Ahmad Hadadi.
Berdasarkan informasi yang didapat Tribun Jabar dari Staff TU SMKN 3 Tasikmalaya, jumlah kerugian akibat gempa mencapai sekira Rp 900 juta.
Ahmad Hadadi berharap ke depannya pemerintah dan masyarakat bisa berkolaborasi untuk pembangunan dan perbaikan sekolah.
Kata Ahmad Hadadi, dana dari pemerintah saja tidak cukup untuk perbaikan sekolah pasca bencana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ruang-dkv-smkn-3-tasikmalaya-yang-rusak-diguncang-gempa-rabu-20122017_20171220_130457.jpg)