Pekerja Pabrik Pengolahan Limbah Medis Panguragan Terinfeksi HIV ? Petugas Ambil Sampel Darah

Petugas Puskesmas Panguragan, Kabupaten Cirebon, melakukan tes darah dan Voluntary Counseling and Testing

Pekerja Pabrik Pengolahan Limbah Medis Panguragan Terinfeksi HIV ? Petugas Ambil Sampel Darah
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
TES DARAH - Petugas Puskesmas Panguragan, Kabupaten Cirebon, saat mengambil sampel darah Sunarti, mantan pekerja di pabrik pengolahan limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, Senin (18/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON - Petugas Puskesmas Panguragan, Kabupaten Cirebon, melakukan tes darah dan Voluntary Counseling and Testing (CVT) terhadap para pekerja pabrik pengolahan limbah medis di Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon.

Hal itu untuk membuktikan isu yang beredar bahwa beberapa pekerja di pabrik itu positif mengidap HIV

"Lingkungan sekitarnya juga kami periksa untuk mengetahui pencemarannya sampai mana," kata Jamiat, Kepala Puskesmas Panguragan, Senin (18/12/2017).

Ia mengatakan, pengambilan sampel darah itu dilakukan di Puskesmas Panguragan mulai Senin (18/12/2017).

Baca: Kisah Mantan Pekerja di Pengolahan Limbah Medis Panguragan, Sering Tertusuk Jarum Suntik Bekas

Setelah semua pekerja diambil sampel darahnya akan dikirim ke Dinkes Kabupaten Cirebon untuk dilakukan uji laboraturium.

Menurut Jamiat, berapa lama uji laboraturium dan hasilnya merupakan kewenangan Dinkes Kabupaten Cirebon.

Puskesmas Panguragan hanya menjadi tempat pengambilan sampel darahnya saja.


Selain itu, warga yang tinggal di sekitar satu pabrik pengolahan dan gudang penyimpanan limbah medis juga turut diperiksa.

"Saat ini belum banyak baru beberapa orang. Kami targetkan sebanyak-banyaknya ikut tes darah ini," ujar Jamiat.

Baca: Ternyata Anak Presiden Jokowi Sering Bolos Kuliah Demi Urusi Bisnis

Ia mengatakan, sejauh ini tidak ada penolakan dari warga maupun pekerja di pabrik pengolahan limbah medis itu.

Jamiat berharap pengambilan sampel darah itu bisa diselesaikan secepatnya untuk memastikan kesehatan warga dan para pekerja. (*)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved