Ini Cara Unik dan Kekinian Ridwan Kamil, Agar Orang Tak Lagi Buang Sampah di Sungai
"Sekarang tuh orang takut viral, bukan takut ancaman fisik," ujar Ridwan Kamil yang terlihat mengenakan jas putih.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Penyebab utama kotor dan baunya Sungai Citarum karena banyak warga setempat membuang sampah ke sungai sepanjang 300 kilometer itu. Celakanya buang sampah sembarangan ini seolah telah menjadi budaya.
Terkait hal ini, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil pun mempunyai cara unik dan kekinian untuk membuat kapok para pembuang sampah sembarangan.
"Buat saja detektif lingkungan. Dengan bermodalkan smartphone, foto oknum pembuang sampah," ujar Ridwan Kamil, Graha Manggala Siliwangi, Kota Bandung, Sabtu (16/12/2017).
Baca: 200 Orang dari Cirebon Siap Bergabung di Monas, Ramaikan Aksi Bela Palestina
Setelah itu, foto-foto oknum pembuang sampah akan dipajang di spanduk dan media sosial sehingga membuat malu dan kapok oknum yang bersangkutan.
"Sekarang tuh orang takut viral, bukan takut ancaman fisik," ujar Ridwan Kamil yang terlihat mengenakan jas putih.
Tragis, Pria asal Bojongsoang Ini Tewas Gara-gara Binatang yang Sudah Dipelihara Sejak kecil https://t.co/y7tz4rfXbf via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 16, 2017
Detektif Lingkungan ini telah diterapkan di Kota Bandung dan terbukti ampuh dalam mendisiplinkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan. Hasil teranyar, Kota Bandung memperoleh Piala Adipura tiga kali berturut-turut semenjak diterapkannya detektif lingkungan.
Selain itu, pembuatan pipa di sepanjang sungai yang diapit dua rumah menjadi ide berikutnya yang ditawarkan oleh lulusan Arsitektur ITB itu.
"Memasang pipa raksasa di sepanjang sungai. Pipa itu yang akan menampung kotoran dari rumah ke rumah. Saya yakin sungai bisa menjadi lebih bersih," ujar Ridwan Kamil.
Pernyataan bapak dua anak itu bukan tanpa alasan, bagian besar pencemaran Sungai Citarum karena limbah rumah tangga. Selain itu karena banyaknya permukiman yang membelakangi sungai, sehingga limbah rumah tangga dilimpahkan ke sungai.
Eskavator pengaruk sampah menjadi ide terakhir yang ditawarkan oleh Ridwan Kamil. Saat ini, Kota Bandung telah memiliki 12 eskavator pengaruk sampah yang telah dioperasikan di setiap kecamatan.
Dianggap Jiplak Girls Squad, Geng Sosialita Bella Shofie Lakukan Pemotretan. Netter Heboh: Mirip SPG https://t.co/JHnFlgRuBN via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 16, 2017
Sulit Pindahkan Penghuni Bantaran Sungai
Sementara itu banyaknya bangunan yang berdiri di sepanjang sungai di Kota Bandung, membuat limbah rumah tangga dibuang ke sungai.
Sungai Cikapundung yang banyak diapit oleh bangunan juga memberikan kontribusi pencemaran ke Sungai Citarum.
"Susah (memindahkan bangunan), enggak sesederhana itu, ada puluhan ribu manusia di sana (penghuni bangunan sepanjang sungai Cikapundung)," ujar Ridwan Kamil.
Ia pun membandingkan dengan pembenahan kawasan kumuh di Tamansari, sebagian warga menolak mega proyek rumah deret yang ditawarkan Pemkot Bandung. Padahal, Pemkot Bandung telah menggratiskan selama 5 tahun pertama bagi warga yang terkena dampak proyek rumah deret.
"Semoga jika Tamansari (proyek rumah deret) berhasil, dapat menjadi contoh penataan kampung yang lebih baik," ujar Ridwan Kamil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/emil_20171216_171452.jpg)