Rabu, 29 April 2026

Semangat Dukung Aksi Bela Palestina Sangat Tinggi, Mereka yang Tak Ikut, Langsung Sumbang Logistik

Pihak panitia Aksi Bela Palestina di Pondok Pesantren Daurut Tauhiid (DT) mengakui terpaksa membatasi . . .

Tayang:
Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/Ferry Fadhlurrahman
Sejumlah calon peserta Aksi Bela Palestina di Monas Jakarta antre mendaftar di Yayasan Daarut Tauhiid Bandung, Jumat (15/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pihak panitia Aksi Bela Palestina di Pondok Pesantren Daurut Tauhiid (DT) mengakui terpaksa membatasi jumlah peserta karena jumlah bus yang akan berangkat ke Aksi Bela Palestina di Monas, Jakarta, Minggu (17/12/2017) hanya 100 armada,

Pada Jumat (15/12/2017) saja, jumlah peserta yang mendaftar hampir mencapai angka 5.000 peserta.

"Kami estimasikan 5.000 peserta, sekarang sudah hampir diangka 5.000 karena cara mendaftar banyak, kalau sudah lebih dari itu kami akan menutup (pendaftaran)," ujar Ketua Panitia Aksi Bela Palestina, Dadan Hermawan, kepada Tribun Jabar di Kantor DT, Jumat (15/12/2017).

Meski demikian, diakui Dadan, antusiasme warga untuk mendukung aksi tersebut sangat besar.

Baca: Peluang Diubahnya Rekomendasi Cagub dan Cawagub Jabar di Munaslub Golkar, Fifty-fifty

Menurutnya banyak warga yang datang memberikan sumbangan logistik karena mereka tidak bisa ikut serta dalam aksi tersebut.

"Kami dapat sumbangan air minum, maupun yang rasa-rasa atau air mineral biasa, lalu makanan juga ada. Bahkan ada yang memberikan uang untuk logistik di aksi nanti," ujar Dadan.

Mereka yang menyumbang logistik tersebut kata Dadan, selain dikarenakan ada kesibukan lain yang tidak bisa ditinggalkan juga mungkin menyadari daya tampung peserta melalui DT ini dibatasi untuk 100 bus saja.


Untuk itu, lanjut Dadan, pihaknya pun meminta maaf, karena panitia tidak dapat menampung semua peserta yang memiliki rasa kepedulian yang tinggi untuk Palestina.

"Tapi saya rasa untuk perserta juga pasti memahami kalau kami tidak bisa menampung lebih banyak lagi," ujar Dadan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved