Senin, 13 April 2026

Isu Ada Permen Mengandung Narkoba, BPOM Bandung: Belum Bisa Dikonfirmasi Kebenarannya

Benzodiazepin biasanya diresepkan bagi mereka yang cemas atau tertekan dan dapat digunakan dalam pengobatan jangka pendek

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Ravianto
yongky yulius/tribun jabar
Tangkapan layar akun twitter @localhost911 yang mengunggah mengenai permen susu mengandung benzodiazepin. Unggahan ini disukai akun twitter @sekitarbandung_ dan tersebar ke 30,4 ribu pengikutnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Beredar kabar di media sosial, sebuah permen susu yang mengandung zat terlarang.

Permen susu itu memiliki kemasan berwarna biru dan merah muda.

Seorang warganet di media sosial twitter dengan nama akun @localhost911 menulis jika kandungan yang berada di dalamnya diduga jenis benzodiazepin.

Benzodiazepin adalah jenis obat yang memiliki efek sedatif atau menenangkan.

Benzodiazepin biasanya diresepkan bagi mereka yang cemas atau tertekan dan dapat digunakan dalam pengobatan jangka pendek pada beberapa masalah tidur tertentu.

Baca: Airlangga Gantikan Setya Novanto, Peluang Dedi Mulyadi Maju Jadi Cagub Jabar Kembali Terbuka

Baca: Presiden Jokowi Undang Makan Siang Panglima TNI dan Kepala Staf di Istana Bogor

Dikutip dari laman Pusat Informasi Obat Nasional BPOM, benzodiazepin diindikasikan untuk pengobatan jangka pendek pada ansietas berat tetapi penggunaan jangka panjang sebaiknya dihindari.

Dikatakan @localhost911, permen susu itu beredar di Banyumas dan membuat temannya tidak mau makan selama tiga hari dan 'ngefly'.

Unggahan @localhost911 juga disukai oleh akun twitter Sekitar Bandung atau @sekitarbandung_ dan otomatis tersebar dan dilihat 30,4 ribu pengikutnya.

Bahkan, akun media sosial twitter @dedeyusuf_1 juga membalas unggahan @localhost911 dan mengatakan akan meneruskannya ke BPOM.

Menanggapi hal itu, Kepala BPOM Bandung, Abdul Rahim, mengatakan, kabar di media sosial mengenai permen susu itu belum dapat dikonfirmasi kebenarannya.

"Iya, ini berita yg belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Saya sudah teruskan ke Balai Semarang, lagi ditelusuri. Kalau ada sampelnya, nanti saya uji di laboratorium," ujar Abdul melalui pesan instan Whatsapp kepada Tribun Jabar, Jumat (15/12/2017).

Abdul pun mengimbau agar masyarakat tidak berspekulasi sebelum adanya hasil uji di laboratorium oleh BPOM.(*)


Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved