Ini Mekanisme Penyaluran Ganti Rugi bagi Warga yang Terdampak Rumah Deret

Pemkot Bandung memberikan dua opsi bagi warga yang terkena dampak proyek rumah deret

Tribun Jabar/Isal Mawardi
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung, Arif Prasetya, di Balai Kota Bandung, Jumat (15/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Proyek rumah deret mendapatkan tanggapan pro dan kontra.

Ada yang setuju dengan mega proyek Pemerintah Kota Bandung itu, ada pula yang menolak bersepakat.

Dari data yang dikeluarkan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung, dari 160 kepala keluarga (KK) yang terdampak proyek rumah deret, ada 96 KK setuju untuk sementara rumah mereka dibenahi.

Pemkot Bandung memberikan dua opsi bagi warga yang terkena dampak proyek rumah deret, yaitu pindah ke Rusun Rancacili secara gratis atau pindah ke lain tempat sesuka hati dan diberikan uang kerahiman maksimal Rp 26 juta dalam kurun waktu satu tahun.


Dari 96 KK yang menyetujui proyek rumah deret, 6 KK memilih tinggal di rumah silinder di Rancacilli, sementara 90 KK memilih kontrak rumah.

"Mekanismenya, apabika ada KK yang sudah setuju (dengan proyek rumah deret) dan memilih kontrak rumah, maka kepala keluarganya harus mencari kontrakan sesuai keinginan," ujar Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung, Arif Prasetya, Balai Kota, Kamis (14/12/2017).

Ketika kepala keluarga telah mendapatkan rumah kontrakan yang cocok, maka ia harus melapor ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung (DPKP3).

Baca: Bius dan Aniaya Suami Hingga Tewas Bersama Selingkuhannya, Perawat Ini Ternyata Ingin Menikah Lagi

Halaman
12
Penulis: Isal Mawardi
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved