Hingga November 2017, Dinkes Kabupaten Cirebon Tangani Enam Kasus Difteri
Selama 2017 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menangani enam kasus difteri.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON - Selama 2017 Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menangani enam kasus difteri.
Jumlah tersebut termasuk kasus AL, wanita asal Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, yang beberapa waktu lalu divonis positif terserang difteri.
"Satu pasien masih dalam penanganan di RSUD Gunung Jati Cirebon, empat pasien sudah sehat, dan satu pasien dari meninggal dunia," kata Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, Jumat (15/12/2017).
Ia mengatakan, enam kasus difteri itu tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Cirebon.
Diantaranya, Astanajapura pada Januari, Pangenan pada Maret, Lemahabang pada April, Depok pada bulan Juni, Kedawung pada bulan Oktober, dan Arjawinangun pada Desember ini.
Setiap menerima laporan terkait kasus difteri, Dinkes Kabupaten Cirebon langsung melakukan pengecekan.
Jika terbukti positif, Dinkes Kabupaten Cirebon langsung memberikan obat Anti Diphteria Serum (ADS).
Petugas Puskesmas setempat juga akan memonitor lingkungan sekitar pasien yang terserang difteri itu.
"Kami juga masih memantau kondisi AL yang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Gunung Jati Cirebon," ujar Enny Suhaeni.
Ia mengatakan, AL sudah diberikan obat ADS oleh dokter yang menanganinya.
Selain menangani dan memantau perkembangan AL itu, Dinkes Kabupaten Cirebon telah melakukan penyelidikan epidemiologi di rumahnya.
Petugas Dinkes Kabupaten Cirebon juga sudah memberikan obat kepada keluarga AL agar tidak terserang difteri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-difteri_20171212_204206.jpg)