Kawasan Lembang Semakin Padat, Astronom di Bosscha Pun Kesulitan Mengintip Obyek di Angkasa
Saat ini hanya bisa mengamati obyek yang terang aja, obyek di angkasa yang redup enggak bisa diamati.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Peneliti di Observatorium Bosscha, kini kesulitan mengamati obyek di angkasa. Ini akibat pembangunan di Kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang semakin pesat.
Dulu di bukit sejuk yang berada di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut ini, para astronom bisa mengamati bintang-bintang.
Seiring ramainya obyek wisata di Lembang yang semakin hari semakin bertambah pesat, hal ini justru mengganggu proses para astronom di sana.
Baca: Sejumlah Pedagang Pasar Cihaurgeulis Bandung Melakukan Konsolidasi
Menurut Astronom di Observatorium Bosscha, Agus Triono (37), banyaknya bangunan di Lembang menghasilkan polusi cahaya yang mengganggu pandangan teropong untuk melihat benda-benda di langit .
"Saat ini hanya bisa mengamati obyek yang terang aja, obyek di angkasa yang redup enggak bisa diamati. Jadi untuk saat ini di Bosscha obyek pengamatan yang bisa diamati lebih sedikit," kata Agus Triono, Kamis (14/12/2017).
Bukan Raisa, Nagita Slavina, Apalagi Ayu Ting Ting, Ini Sosok Artis Paling Dicari Selama Tahun 2017 https://t.co/0Xj9dVoja3 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 14, 2017
Selain polusi cahaya, para astronom di Observatorium Bosscha pun terkendala oleh cuaca saat ini.
"Sekarang di sini (Bosscha) selain polusi tadi, untuk saat ini cuaca mendung pun sangat memengaruhi kami untuk melakukan pengamatan, semisal untuk melakukan maping asteroid yang redup agak sulit," ujarnya.
Menurut Agus Triono kendala di atas itu bisa diminamalisir bila memakai teknologi yang saat ini sedang berkembang.
Cerita Polisi di Gelap Malam Tembus Hutan Naik Turun Gunung, Cari Potongan Kepala dan Kaki Manusia https://t.co/mr2EYHjUP5 via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 14, 2017
Akan tetapi, untuk menghadirkan teknologi yang baru saat ini di Bosscha tidak memungkinkan.
"Tidak mungkin menambah alat baru yang berukuran besar karena lahan terbatas dan ada aturan untuk tidak menambah fasilitas tersebut di sini (Bosscha)," kata Agus.
Untuk mengatasi kendala para astronom di Observatorium Bosscha, rencananya akan di bangun Observatorium besar di Kupang Nusa Tenggara Timur, akan tetapi hal itu belum terealisasi sampai saat ini.
