Kamis, 16 April 2026

Penggunaan Sarung Tangan yang Menempel di Stir Motor Tidak Disarankan

"Sekarang belum ada kejadian, tapi tidak disarankan karena bisa mengurangi reflek," kata Aiptu Iwan Setiawan

Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/AHMAD IMAM BAEHAQI
SAFE RIDING - Aiptu Iwan Setiawan, Kanit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota saat menyampaikan materi dalam Sosialisasi Safe Riding with Total Hi-Perf di Auditorium Unswagati, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Rabu (13/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, CIREBON - Kepolisian tidak merekomendasikan penggunaan model sarung tangan berkendara yang menempel di stir motor.

Sarung tangan itu dinilai bisa mengurangi reflek saat melakukan pengereman.

"Sekarang belum ada kejadian, tapi tidak disarankan karena bisa mengurangi reflek," kata Aiptu Iwan Setiawan, Kanit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Cirebon Kota dalam Sosialisasi Safe Riding with Total Hi-Perf di Auditorium Unswagati, Jalan Pemuda, Kota Cirebon, Rabu (13/12/2017).

Ia mengatakan, saat ini sarung tangan model seperti itu mulai banyak digunakan oleh pengendara motor.

Modelnya seperti sarung tangan antipanas untuk mengangkat piring atau mangkuk dari oven.


Iwan menyarankan para pengendara sepeda motor lebih baik menggunakan sarung tangan biasa.

Modelnya yang mengikuti bentuk dan lekuk tangan, sehingga gerakan reflek pun semakin baik.

"Itu untuk kebaikan pengendara motor. Kalau polisi sebenarnya tidak masalah, karena saat kecelakaan tinggal panggil ambulans saja," ujar Iwan Setiawan.

Safe Riding with Total Hi-Perf merupakan bentuk edukasi bagi kaum muda, terutama mahasiswa di Cirebon.

Kegiatan itu diisi materi seputar tata cara berkendara yang aman yang disampaikan kepolisian dan Eddi Brokoli.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved