Pemkot Bandung Akan Cari Suplai Obat ke Biofarma untuk Pencegahan Difteri
Ridwan Kamil mengatakan bahwa dirinya akan segera mengunjungi Biofarma untuk menyampaikan keadaan darurat yang terjadi di Kota Bandung.
Penulis: Isal Mawardi | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Penyakit difteri yang menyebar di Indonesia beberapa hari terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan bahwa dirinya akan segera mengunjungi Biofarma untuk menyampaikan keadaan darurat yang terjadi di Kota Bandung dan membutuhkan banyak suplai obat untuk pencegahan difteri.
"Karena sementara peraturannya kan obatnya tidak bisa dibikin sendiri-sendiri, harus disuplai dari pusat. Tapi kalau dari pusat habis, masa kita berdiam diri saja kan. Maka Kamis (14/12/2017) saya akan ke Biofarma menyampaikan urgensi ini," ujar Ridwan Kamil, di Pendopo Kota Bandung, Senin (11/12/2017).
Beberapa usaha telah dilakukan oleh Pemkot Bandung untuk meminta bantuan suplai obat, salah satunya kepada Pemerintah Pusat.
Calon Gubernur Jawa Barat itu mengimbau warga Bandung untuk waspada dan mengkonsultasikan gejala-gejala penyakit difteri pada rumah sakit terdekat.
Sempat Putus saat Pacaran, 4 Pasangan Selebriti Ini Akhirnya Menikah dan Hidup Bahagia https://t.co/kcancQKt0t via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) December 12, 2017
Ridwan Kamil menduga gejala difteri timbul akibat faktor hujan yang kerap turun di Kota Bandung tempo hari.
Sebagai informasi, ciri-ciri orang yang terserang penyakit difteri ialah demam tinggi, kejang, penurunan kesadaran, dan pada tenggorokan terdapat semacam bercak putih.
Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae yang menular dan berbahaya.
Penyakit ini bisa mengakibatkan kematian lantaran sumbatan di saluran nafas atas.
Selain itu difteri juga dapat menimbulkan komplikasi miokarditis (peradangan pada lapisan dinding jantung bagian tengah), gagal ginjal, gagal napas dan gagal sirkulasi.
"Ya jangan gara-gara ketakutan lalu menyesal kemudian. Jadi lebih baik melakukan tindakan preventif daripada kuratif. Bagi warga Bandung segera konsultasikan, jangan disepelekan ikuti arahan pemerintah," ujar Ridwan Kamil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ridwan-kamil-di-pendopo-kota-bandung-senin-11122017_20171212_212208.jpg)