Sabtu, 18 April 2026

Pilgub Jabar 2018

Pengamat Ini Sebut Gerindra Sulit Tarik PKS dan PAN untuk Usung Sudrajat, Ini Alasannya

Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi, pernah mengatakan Gerindra ingin bersama lagi dengan PKS dan PAN seperti di Pilgub DKI Jakarta.

Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUNJABAR.CO.ID/FERRY FADHLURRAHMAN
Firman Manan, Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, di Morning Glory Cafe, Minggu (12/11/2017). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Pengusungan Mayjen (Purn) Sudrajat sebagai Cagub oleh Partai Gerindra memunculkan pertanyaan baru.

Partai apakah yang akan bergabung dengan Gerindra untuk mengusung pensiunan perwira TNI yang pernah jadi Dubes Tiongkok tersebut.

Ketua DPD Gerindra Jabar, Mulyadi, pernah mengatakan Gerindra ingin bersama lagi dengan PKS dan PAN seperti di Pilgub DKI Jakarta.


Namun, Pengamat Politik dari Universitas Padjajaran, Firman Manan, mengatakan akan sulit menarik PKS dan PAN yang sudah mengusung Deddy Mizwar sebagai cagub di Pilkada nanti.

"Saya pikir untuk koalisi PKS, PAN, Demokrat sudah menkristal. Tinggal surat resminya saja. Apa yang bisa ditawarkan Gerindra untuk PKS dan PAN?" ujar Firman Manan melalui telepon, Minggu (10/12/2017).

Firman Manan mengatakan akan sulit untuk PKS dan PAN meninggalkan Deddy Mizwar kemudian memilih Sudrajat yang secara survei kalah jauh.

Baca: Pelatih Baru Persib Bandung Akan Memaksimalkan Pemain Lokal Sebelum Mencari Pemain Asing

Partai (PAN dan PKS), ucapnya, juga akan berpikir dua kali terkait hal ini.

Menurutnya, masih ada PDIP dan Hanura yang belum menentukan sikap untuk Pilgub Jabar nanti.


Mulyadi memang pernah mengatakan tidak akan menutup kemungkinan Gerindra berduet dengan PDIP di Pilgub Jabar.

Namun, Firman Manan pesimistis dua partai yang saling beroposisi itu bakal berkoalisi di Pilgub Jabar.

"Saya pikir kalau untuk PDIP duet dengan Gerindra akan sulit," ujar  Firman Manan.

Gerindra juga kemungkinan kecil berkoalisi dengan Haruna karena gabungan kursi di DPRD Jabar dari dua partai ini tak cukup untuk mendapatkan tiket Pilgub. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved