Mengerikan, Hanya Ikan Sapu-Sapu yang Masih Bertahan Hidup di Sungai Citarum

Irma juga mengaitkan dengan peristiwa matinya ribuan ikan di Waduk Jatiluhur. Hak tersebut menurutnya merupakan dampak tercemarnya air.

TRIBUNJABAR.CO.ID/YONGKI YULIUS
Irma Hutabarat saat menanam 3.000 vetiver bersama Gerakan Citarum Care di Situ Cisanti, Kabupaten Bandung, Sabtu (4/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunJabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Kondisi Sungai Citarum yang memprihatinkan, bukan lagi hanya berbicara tentang permasalahan lingkungan, melainkan sudah mencakup permasalahan ekonomi, kesehatan, dan permasalahan sosial.

Menurut seorang aktivis lingkungan hidup, Irma Hutabarat mengatakan, tercemarnya Sungai Citarum mengakibatkan Ikan-ikan mati dan terkontaminasi.

"Dari beberapa jenis ikan yang mampu hidup di Sungai Citarum beberapa puluh tahun lalu, hanya Ikan Sapu-sapu yang bisa bertahan hidup sampai sekarang. Tentunnya Ikan Sapu - Sapu tersebut juga diketahui mengkonsumsi merkuri," kata Irma Hutabarat (04/12/2017).

Hal yang paling membahayakan menurut Irma ialah, di saat Ikan Sapu-sapu tersebut dikelola menjadi bahan makanan seperti Siomay dan Bakso yang biasa menjadi jajanan anak-anaka penerus bangsa.

Jika generasi muda sudah mengkonsumsi makanan yang tercemar merkuri, maka akan sangat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang generasi muda.

"Kita tidak ingin generasi kita menjadi generasi yang gagal, dan terhambat dalam proses tumbuh kembangnya," kata Irma Hutabarat.

Irma juga mengaitkan dengan peristiwa matinya ribuan ikan di Waduk Jatiluhur. Hak tersebut menurutnya merupakan dampak tercemarnya air.


Tercemarnya air sungai, dan terkontaminasinya ikan-ikan yang dikonsumsi manusia, bisa berdampak penyakit Kanker, Otak yang sulit berpikir, dan berpengaruh pada tingkat kebahagiaan yang rendah.

Tercemarnya suatu Sungai, menurut Irma bisa menggambarkan bagaiamana suatu negara berkembang. Imbauan Irma, agar masyarakat sadar dan menilai bahwa Sungai merupakan urat nadi kehidupan.

Masalah utama yang disampaikan Irma Hutabarat tentang kerusakan Sungai Citarum ialah masalah erosi dan sedimentasi.

"Sedimentasi tersebut mengakibatkan pendangkalan dasar Sungai. Solusinya, untuk memperbaiki Sungai Citarum ialah, menanam tanaman Vetiver," kata Irma Hutabarat.

Irma sangat bersyukur, upaya penbenahan Sungai Citarum yang dilakukannya bersama sejumlah lapisan masyarakat, bisa diterima dan di sambut baik oleh Pangdam III Siliwangi, Mayjend Doni Monardo.

Imbauan aktivis lingkungab tersebut agar masyarakat turut mendukung upaya pelestarian Sungai Citarum menuju Citarum harum.

"Jangan saling menyalahkan, saatnya bekerja keras secara bersama untuk mengembalikan keasrian Sungai Citarum," kata Irma.

Pangdam III Siliwangi beserta sejumlah aktivis lingkungan menargetkan, dalam waktu enam bulan ke depan, Sungai Citarum sudah normal kembali dan bersih.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved