Breaking News:

Kisah Inspiratif

Berawal Dari Tugas Akhir Kuliah, Luthfan Adhy Kembangkan Percetakan Tiga Dimensi Ramah Lingkungan

Untuk skripsinya, ia membuat konsep yang cukup unik, yaitu 3D printing berbahan sampah plastik.

Penulis: Theofilus Richard | Editor: Jannisha Rosmana Dewi
TRIBUNJABAR.CO.ID/THEOFILUS RICHARD
Founder 3D Wokrshop Rapid Pro, Luthfan Adhy, Jumat (1/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Berawal dari tugas akhir saat kuliah jurusan Design Engineering di Polman Bandung, Luthfan Adhy terpikir untuk membuka usaha di bidang percetakan tiga dimensi atau 3D printing.

Ditemui Tribun Jabar, Jumat (1/12/2017), Luthfan mengaku saat tugas akhir ingin membuat konsep 3D printer yang murah meriah.

"Kalau dulu saya membuat konsep 3D printer murah, jadi casing dari akrilik, segala macam, kemudian dijadikan profesional, istilahnya retrofit (perbaikan atau pembaruan sistem atau mesin)," ujarnya.

Kemudian setelah lulus dari Polman, ia kembali kuliah di Unjani untuk mengambil gelar S1.


Untuk skripsinya, ia membuat konsep yang cukup unik, yaitu 3D printing berbahan sampah plastik.

"Plastik semisal botol minuman, kalau dilelehkan akan mencair, itu bisa dibentuk lagi, saya ambil kesempatan itu," ujarnya.

Sampah plastik tersebut, ia cacah sehingga bisa dibentuk seperti kabel yang bisa digulung.

Sehingga bentuk tampak seperti plastik yang biasa digunakan untuk mencetak model tiga dimensi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved