Pilkada Garut

Tak Merasa Dukung, Warga Heran KTP-nya Ada di Berkas Dukungan Paslon Independen: Kenal Saja Tidak!

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut telah menerima berkas dukungan dari dua pasang calon perseorangan.

Kolase Tribun Jabar

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wiajksana

TRIBUNJABAR.CO.ID, GARUT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut telah menerima berkas dukungan dari dua pasang calon perseorangan.

Kedua pasangan pun sudah dinyatakan memenuhi syarat minimal dukungan sebesar 117.346.

Dukungan diberikan dengan melampirkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP El).

Namun sejumlah warga di Kecamatan Limbangan mempertanyakan KTP El yang diberikan salah satu calon ke KPU.

Padahal mereka tak pernah dimintai KTP oleh salah satu calon untuk ikut mendukung pencalonannya dari jalur perseorangan.

"Saya juga baru tahu hari ini (kemarin) kalau KTP saya ada di pasangan Soni Sondana dan Usep Nurdin. Kenal saja tidak tapi kok tiba-tiba dikasihkan ke KPU," kata Apud Saepudin (56), warga Kampung Pulosari, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Selasa (28/11/2017).

Menurut Apud, bukan hanya KTP miliknya yang ada di berkas dukungan calon perseorangan itu. Namun semua KTP keluarganya juga berada di berkas tersebut.

Bahkan di kampungnya, hampir semua KTP warga ada di berkas dukungan Soni-Usep.

"Saya enggak ngerti kok sampai KTP saya ada di mereka. Timses (tim sukses) dari mereka tidak ada yang datang ke rumah untuk minta (KTP). Tapi kok bisa sampai dapat," katanya.

Ia berharap tim dari pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati itu memberikan penjelasan. Ia pun tak rela KTPnya digunakan untuk mendukung bakal calon perseorangan.

"Kalau caranya seperti ini saya enggak mau dukung mereka. Belum jadi pemimpin saja sudah licik. Mungkin mereka beli fotokopi KTP buat jadi syarat dukungan," ujarnya.

Ketua KPU Kabupaten Garut, Hilwan Fanaqi, menyebut saat ini pihaknya masih melakukan proses verifikasi terhadap berkas dukunguan dari dua calon perseorangan, yaitu Dedi Supriadi-Moh. Ali dan Soni Sondana dan Usep Nurdin.

Sampai saat ini dirinya belum menerima laporan adanya fotokopi KTP El warga yang merasa tidak mendukung pasangan calon perseorangan tersebut. Begitu juga dengan fotokopi KTP El milik salah satu bakal calon, Dedi Hasan Bachtiar dan istrinya, Denti.

"Secara pribadi saya belum mendapatkan laporan adanya poto kopi KTP El warga yang merasa tidak mendukung pasangan calon perseorangan tersebut. Begitu juga adanya fotokopi milik salah satu balon," ucap Hilwan.

Menurutnya, saat ini masih dilakukan verifikasi berkas dukungan dari dua calon perseorangan yang dilakukan oleh PPK.

Untuk selanjutnya, akan dilakukan verifikasi faktual untuk membuktikan kebenaran dukungan sesuai KTP yang terlampir.

Hilwan menerangkan, dalam verifikasi faktual nanti, petugas akan mendatangi dan bertanya langsung warga yang fotokopi KTP-nya tercantum dalam berkas dukungan.

Jika memang banyak warga yang menyatakan menolak memberikan dukungan, maka secara otomatis berkas yang telah diberikan ke KPU akan dihitung kembali sesuai hasil verifikasi faktual. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved