Senin, 13 April 2026

Camat Sukajadi Sebut Rumah Nenek Onih Masuk Program Perbaikan Sejak 2 Bulan Lalu

Jika dilihat dari luar, rumah yang ditempati Nenek Onih dan kelima anggota keluarganya ini dinding lantai duanya terbuat dari kayu.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Nenek Onih (84) tinggal di rumah yang sudah rusak di Jalan Sukajadi 344/182C, RT 04/12, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (27/11/2017). Onih yang tinggal di rumah ini bersama anak dan keponakannnya berharap rencana perbaikan rumahnya dapat segera terwujud. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Camat Sukajadi, Yudi Hermawan, mengatakan rumah yang ditempati Nenek Onih (84) tak bisa masuk Program Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) PNPM atau Kotaku.

"Perbaikan rumah karena tidak memenuhi persyaratan, tidak bisa masuk program Rutilahu PNPM atau Kotaku. Sudah diprogramkan sejak dua bulan yang lalu untuk perbaikan rumah akan kerja sama dengan Rumah Zakat, para relawan, dan masyarakat setempat," ujarnya kepada Tribun Jabar, Senin (27/11/2017).

Nenek Onih, warga Jalan Sukajadi 344/182c, RT 04/12, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, tinggal dalam rumah berukuran sekira 4 X 6 meter.

Rumah dengan dua lantai ini atapnya sudah mau ambrol.


Akses menuju lantai dua pun hanya menggunakan tangga dari kayu yang terlihat sudah rapuh.

Jika dilihat dari luar, rumah yang ditempati Nenek Onih dan kelima anggota keluarganya ini dinding lantai duanya terbuat dari kayu.

Nenek Onih (84) tinggal di rumah yang sudah rusak di Jalan Sukajadi 344/182C, RT 04/12, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (27/11/2017). Onih yang tinggal di rumah ini bersama anak dan keponakannnya berharap rencana perbaikan rumahnya dapat segera terwujud.
Nenek Onih (84) tinggal di rumah yang sudah rusak di Jalan Sukajadi 344/182C, RT 04/12, Kelurahan Pasteur, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, Senin (27/11/2017). Onih yang tinggal di rumah ini bersama anak dan keponakannnya berharap rencana perbaikan rumahnya dapat segera terwujud. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Petugas Garda wilayah Pasteur, Ida Royani (47), mengatakan rumah Nenek Onih sedang dalam proses pengukuran untuk perbaikan.

Baca: Gunung Agung Mulai Semburkan Lava tapi Belum Sampai Luber

"Siang ini sama kemarin itu sebenarnya sudah diukur dan diperiksa bahan bangunan apa saja yang dibutuhkan. Tinggal dikomunikasikan ke pihak terkait," ujarnya.

Ida, mengatakan, setiap hari ia selalu memeriksa kondisi rumah yang ditempati Nenek Onih.

Annisa, istri keponakan Nenek Onih, yang juga tinggal di rumah itu, mengatakan rumah yang ditempati merupakan rumah warisan.


"Ini rumah warisan dari kakaknya Nenek Onih," ujarnya kepada Tribun Jabar.

Tak hanya sedang diusahakan untuk perbaikan, Yudi Hermawan mengaku sering berkunjung ke rumah yang ditempati Nenek Onih.

"Kami sudah sering mengunjungi Nenek Onih dan pernah makan siang dan memberikan sembako dan uang selama dua kali. Nenek Onih juga pernah didatangi petugas Disdukcapil dan aparat kewilayahan untuk direkam KTP-el di rumahnya," kata Yudi Hermawan. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved