Liga 2
Pelatih PSIS: Padahal Kami Kuasai Permainan, Sedangkan PSMS Cuma Andalkan Counter Attack
Menurut Pelatih PSIS Semarang, Subangkit, PSMS Medan lebih cerdik dalam memanfaatkan peluang.
Penulis: Ferdyan Adhy Nugraha | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferdyan Adhy Nugraha
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - PSIS Semarang harus mengakui keunggulan dua gol dari PSMS Medan dalam laga babak semifinal Liga 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (25/11/2017).
Menurut Pelatih PSIS Semarang, Subangkit, PSMS Medan lebih cerdik dalam memanfaatkan peluang.
"Saya melihat tadi kalau menyerang kami terburu-buru, terlalu cepat hilang bola, kami kena counter," ucap Subangkit dalam sesi jumpa pers pasca pertandingan.
Dua gol yang diciptakan oleh PSMS Medan di babak extra time adalah hasil dari counter attack cepat skuad asuhan Djajang Nurdjaman.
Sehingga para pemain Laskar Mahesa Jenar kehilangan bola dan terciptalah gol yang dilesakan Choiril Hidayat dan Dimas Drajat.
"Seperti yang anda lihat tadi, kami banyak menguasai permainan dan PSMS Medan hanya counter dan counter," katanya.
Ia juga memuji kedua winger PSMS Medan yang dinilainya pintar memanfaatkan peluang dari serangan balik.
Penggawa PSIS Semarang sekaligus kapten kesebelasan, Haudi Abdillah, mengakui kekalahnya atas PSMS Medan.
Namun ia tetap mengapresiasi perjuangan rekan-rekannya dan menolak untuk menyerah menuju satu tiket ke Liga 1 musim depan.
"Kami tidak berhenti di sini, masih ada satu pertandingan lagi, semoga recovery teman-teman tetap terjaga," ujarnya.
Ia juga meminta doanya kepada Masyarakat Jawa Tengah untuk pertandingan perebutan juara ke tiga menghadapi Martapura FC, Selasa (28/11/2017).
"Temen-temen semua PSIS akan berjuang keras dan optimis meraih peringkat ke tiga dan lolos ke Liga 1," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/psis-vs-persebaya_20171115_150847.jpg)