Kaligrafi Retak Abay Dikenal hingga ke Paris, Teks Pidato Soekarno Pun Jadi Satu di Antara Karyanya

Selain kaligrafi huruf Arab, Abay menggarap kaligrafi huruf latin. Di antaranya sajak-sajak Taufik Ismail hingga isi pidato Presiden Soekarno.

Kaligrafi Retak Abay Dikenal hingga ke Paris, Teks Pidato Soekarno Pun Jadi Satu di Antara Karyanya
TRIBUN JABAR/ISA RIAN FADILAH
Dr Abay D Subarna di depan lukisan kaligrafi terbarunya yang dipamerkan di Islamic Book Fair 2017 di Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (23/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar,  Isa Rian Fadilah

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - KESEHARIAN Dr Abay D Subarna (76) sebagai dosen tak menghentikan hobinya melukis.

Hobinya melukis ia tuangkan dalam kaligrafi, sesuatu yang sungguh menarik hatinya sejak pertama melihatnya dalam acara Konferensi Islam Asia Afrika di Bandung, 52 tahun silam.

TAK hanya sebagai produk karya seni, Abay, yang menyelesaikan studi S3 di Prancis, juga menggarap kaligrafi Islam pada karya tulis ilmiahnya.

Itu ia lakukan pada tesisnya ketika menyelesaikan pendidikan S2 di ITB.

Baca: Kahiyang-Bobby Akan Jalani Upacara Adat di Pinggir Sungai, Ternyata Begini Makna di Balik Prosesinya

Ketika itu, kata Abay, semarak kaligrafi sebagai seni mulai terasa di Indonesia pascaterjadinya Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) 1965.

Saat itu, menurut Abay, banyak seniman mulai mencari identitas antikomunis.

Abay pun makin mendalami seni rupa kaligrafi.

Halaman
123
Penulis: Isa Rian Fadilah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved