Minggu, 12 April 2026

Italia Bisa Saja Lolos ke Piala Dunia 2018, Ini Gara-garanya

Anggota dewan di Peru dikabarkan menuntut untuk mengambil alih kendali federasi sepak bola hingga terpilih pemimpin baru.

Editor: Ravianto
SOREN ANDERSSON/AFP/Bolasport
Pemain Swedia melakukan selebrasi setelah Jakob Johansson mencetak gol ke gawang Italia pada laga leg pertama play-off Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Friends Arena, Jumat (10/11/2017) waktu setempat. 

TRIBUNJABAR.CO.ID, LIMA - Italia memang gagal lolos ke Piala Dunia 2018, namun ada satu kondisi dimana juara empat kali Piala Dunia tersebut berpeluang berlaga di Rusia musim panas tahun depan.

 Gli Azzurri kalah dengan agregat 1-0 dari dua leg pertanidngan play-off melawan Swedia. Hal ini membuat empat pemain Italia memutuskan untuk gantung sepatu di timnas seperti Gianluigi Buffon, Daniele De Rossi, Giorgio Chiellini dan Andrea Barzagli.

Namun terdapat kondisi dimana Italia masih mungkin berlaga di Rusia tahun depan.

Kabar itu muncul setelah terjadi gojang-ganjing di Peru, negara terakhir yang memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2018.

Anggota dewan di Peru dikabarkan menuntut untuk mengambil alih kendali federasi sepak bola hingga terpilih pemimpin baru.

Seperti dilansir BolaSport.com dari harian Peru Libero, yang memberitakan anggota dewan Paloma Noceda yang menginginkan hal tersebut.


Intervensi negara dalam badan pemerintahan adalah sesuatu yang bertentangan dengan sikap FIFA. Kasus ini mirip dengan yang dialami Indonesia ketika kompetisi dibekukan oleh FIFA beberapa waktu.

Jika Noceda tetap ingin mengambil alih kendali federasi sepak bola, FIFA bisa mengusir Peru dari Piala Dunia dan menggantinya dengan salah satu tim yang gagal lolos.

Begini bunyi aturan FIFA dilansir dari situs resmi FIFA.com.

"If any association withdraws or is excluded from the competition, the FIFA Organising Committee shall decide on the matter at its sole discretion and take whatever action is deemed necessary.

"The FIFA Organising Committee may in particular decide to replace the association in question with another association."

Atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia akan menjadi seperti ini.

"Jika ada asosiasi yang menarik diri atau dikeluarkan dari kompetisi, Komisi penyelenggara FIFA harus memutuskan kebijakan sendiri dan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu dilakukan."

"Komisi Penyelenggara FIFA bisa secara khusus memutuskan untuk mengganti asosiasi yang bersangkutan dengan asosiasi lain."

Dari bunyi aturan tersebut, itu artinya FIFA berhak menunjuk negara manapun tanpa harus berdiskusi dengan badan-badan lain.

Italia menjadi kandidat terdepan mengingat ini adalah kegagalan pertama Gli Azzurri sejak 1958.

Juara Copa America, Chile, dan Belanda juga memiliki kans untuk menggantikan Peru karena memiliki tim yang terbilang kompetitif.(*)

Baca: Gerindra Jabar Tegaskan Tetap Tolak Pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu

Baca: Bobotoh Peringatkan Bonek Agar Tidak Bikin Resah Warga Bandung

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved