Banjir di Kabupaten Bandung

Benteng Perumahan di Rancaekek Roboh Akibat Derasnya Arus Banjir

Benteng sepanjang 20 meter yang membatasi perumahan Empang Sari dengan jalan raya tersebut roboh ke jalan perumahan akibat tak kuat menahan . . .

Benteng Perumahan di Rancaekek Roboh Akibat Derasnya Arus Banjir
TRIBUN JABAR/Seli Andina Miranti
Tembok pembatas kawasan atau benteng perumahan Empang Sari di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Kecamatan Rancaekek yang roboh diterjang banjir. Foto diambil Kamis (23/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung timur dan sekitarnya membuat beberapa titik di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, diterjang banjir.

Seperti di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, banjir menerjang jalan dan sebagian permukiman warga.

Bukan hanya menggenangi, beberapa bangunan dan benteng pun rusak diterjang banjir yang alirannya cukup deras tersebut.

Baca: 8 Titik Longsor - Kereta Api ke Bandung Dialihkan Lewat Utara, Penumpang Ada yang Dipindah ke Bus

Pantauan Tribun Jabar di Perumahan Empang Sari, pinggir Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Kecamatan Rancaekek, Kamis (23/11/2017), tampak benteng perumahan roboh diterjang banjir.

Tembok pembatas kawasan atau benteng perumahan Empang Sari di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Kecamatan Rancaekek yang roboh diterjang banjir. Foto diambil Kamis (23/11/2017).
Tembok pembatas kawasan atau benteng perumahan Empang Sari di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Kecamatan Rancaekek yang roboh diterjang banjir. Foto diambil Kamis (23/11/2017). (TRIBUN JABAR/Seli Andina Miranti)

"Robohnya kemarin, saat hujan besar dan banjir sedang besar-besarnya," ujar Rian, warga Empang Sari.

Benteng sepanjang 20 meter yang membatasi perumahan Empang Sari dengan jalan raya tersebut roboh ke jalan perumahan akibat tak kuat menahan terjangan banjir, puing-puingnya bahkan masuk ke beberapa rumah warga.

Padahal, biasanya benteng tersebut menjadi penahan banjir sehingga banjir tak langsung menerjang kawasan perumahan.

"Mungkin lama-lama tak kuat juga, aliran airnya kan kencang kalau di sini, seperti sungai saja," ujar Rian.

Sebelumnya, banjir di kawasan ini sudah mengalami pasang surut selama beberapa waktu, air selalu kembali datang saat hujan besar mengguyur.

Bila banjir sudah menggenang, Jalan Raya Rancaekek-Majalaya tak dapat dilalui kendaraan karena ketinggian air yang bisa mencapai satu meter. (*)


Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved