Pasar Induk Gedebage Berlumpur dan Penuh Sampah, Pedagang Sepi Pembeli
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jabar, saat banjir, ketinggian air di Pasar Gedebage sempat mencapai 80 sentimeter atau sepinggang orang dewasa.
Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pascabanjir melanda Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung, pada Selasa (21/11/2017) malam, pasar tersebut dipenuhi gundukan sampah, Rabu (22/11/2017).
Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jabar, saat banjir, ketinggian air di Pasar Gedebage sempat mencapai 80 sentimeter atau sepinggang orang dewasa.
Banjir itu mengakibatkan tumpukan sampah yang berasal dari tempat penampungan sampah (TPS), yang berada di belakang pasar, ikut tersapu derasnya banjir.
Tumpukan sampah tersebut memenuhi beberapa titik di Pasar Induk Gedebage.
Rabu pagi, sampah dan lumpur yang menggunduk itu menghambat aktivitas pedagang ataupun pembeli. Pasar Induk Gedebage pun sepi transaksi.
Masa Tuanya Memilukan hingga Sering Kelaparan, Segini Bayaran Laila Sari saat Dapat Pekerjaan https://t.co/pe97JJ01yB via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 22, 2017
Seorang pedagang beras, Ahun, mengatakan, lapakanya sepi pembeli seusai banjir.
"Sepi sekali, hari ini saya baru melayani 5 orang pembeli saja," kata Ahun.
Ahun menambahkan, kondisi sepi ini juka diperparah jalan di Pasar Induk Gedebage yang tertutup lumpur.
Selain Ahun, salah seorang pemilik jongko bumbu dapur, Tata, mengalami hal serupa. Ia malah memilih untuk sementara waktu tidak berjualan.
Menurutnya, berhenti berdagang bukan karena malas atau putus asa, tapi dikarenakan bangunan jongko dan barang dagangannya tersapu banjir.
"Gara-gara banjir kemarin, semua barang dagangan habis," kata Tata yang sedang mengumpulkan puing-puing jongkonya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pasar-induk-gedebage-penuh-lumpur_20171122_191252.jpg)