Jumat, 10 April 2026

Pasar Induk Gedebage Berlumpur dan Penuh Sampah, Pedagang Sepi Pembeli

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jabar, saat banjir, ketinggian air di Pasar Gedebage sempat mencapai 80 sentimeter atau sepinggang orang dewasa.

Editor: Kisdiantoro
Tribunjabar/Hakim Baihaqi
Lumpur dan sampah menggunduk di sejumlah titik di Pasar Induk Gedebage pascabanjir melanda kasan itu, Selasa (21/11/2017) malam. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pascabanjir melanda Pasar Induk Gedebage, Kota Bandung, pada Selasa (21/11/2017) malam, pasar tersebut dipenuhi gundukan sampah, Rabu (22/11/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun Tribun Jabar, saat banjir, ketinggian air di Pasar Gedebage sempat mencapai 80 sentimeter atau sepinggang orang dewasa.

Banjir itu mengakibatkan tumpukan sampah yang berasal dari tempat penampungan sampah (TPS), yang berada di belakang pasar, ikut tersapu derasnya banjir.

Tumpukan sampah tersebut memenuhi beberapa titik di Pasar Induk Gedebage.

Rabu pagi, sampah dan lumpur yang menggunduk itu menghambat aktivitas pedagang ataupun pembeli. Pasar Induk Gedebage pun sepi transaksi.


Seorang pedagang beras, Ahun, mengatakan, lapakanya sepi pembeli seusai banjir.

"Sepi sekali, hari ini saya baru melayani 5 orang pembeli saja," kata Ahun.

Ahun menambahkan, kondisi sepi ini juka diperparah jalan di Pasar Induk Gedebage yang tertutup lumpur.

Selain Ahun, salah seorang pemilik jongko bumbu dapur, Tata, mengalami hal serupa. Ia malah memilih untuk sementara waktu tidak berjualan.

Menurutnya, berhenti berdagang bukan karena malas atau putus asa, tapi dikarenakan bangunan jongko dan barang dagangannya tersapu banjir.

"Gara-gara banjir kemarin, semua barang dagangan habis," kata Tata yang sedang mengumpulkan puing-puing jongkonya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved