Banjir Mengganggu Aktivitas Pengusaha Opak Linggar, Omzet Berkurang Hingga 40 Persen

Mamat bercerita, produksi opak terpaksa berhenti untuk sementara dikarenakan kondisi rumahnya sekaligus tempat produksi opak tergenang air.

Banjir Mengganggu Aktivitas Pengusaha Opak Linggar, Omzet Berkurang Hingga 40 Persen
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Rumah dan tempat usaha opak Linggar terendam banjir, Rabu (22/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Akibat hujan besar yang turun di kawasan Bandung Timur, sebagian wilayah Kecamatan Rancaekek masih dilanda banjir, Rabu (22/11/2017).

Bukan hanya mengganggu laju kendaraan dan menghalangi aktivitas warga, banjir pun berpengaruh pada usaha milik warga.

Seperti usaha rumahan Opak Linggar yang dijalankan oleh Mamat (45), warga Linggar.

Akibat banjir, usaha opaknya ikut terganggu.

"Ya terganggunya mulai dari produksi sampai penjualan juga," ujar Mamat.


Mamat bercerita, produksi opak terpaksa berhenti untuk sementara dikarenakan kondisi rumahnya sekaligus tempat produksi opak tergenang air.

Pekerja yang kebanyakan warga sekitar pun sebagian besar tak bisa masuk kerja akibat rumah mereka tergenang banjir.

Selain itu, ada penurunan jumlah penjualan semenjak banjir menggenang hampir setiap sore di Rancaekek.

Penurunan jumlah dan omzet penjualan opak, menurut Mamat, mencapai 40 persen akibat banjir tersebut.

"Ya omzet berkurang sampai Rp 300 ribu, itu 40 persen kira-kira," ujar Mamat.

Mamat mengaku khawatir omzetnya akan semakin berkurang bila banjir terus menggenangi wilayah Linggar, Rancaekek.

Mamat berharap banjir segera surut dan warga dapat beraktivitas seperti biasa kembali.

Penulis: Seli Andina Miranti
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved