Komunitas Lingga Binangkit Gelar Riung Mungpulung, Lagu Sunda Pun Mengalun Merdu

Namun, yang paling spesial tetap saja lagu tradisional Sunda yang diiringi alat musik tradisional berupa kecapi dan keyoboard.

Penulis: Fasko dehotman | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Fasko Dehotman
Komunitas Lingga Binangkit 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRUBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Untuk mempererat tali silaturahmi di antara keluarga lingkung seni Sunda, Komunitas Lingga Binangkit kembali menyelenggarakan acara Riung Mungpulung 2017.

Acara tahunan ini dihelat di Ball Room Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45 No 123, Kota Bandung, Sabtu (18/11/2017) pukul 09.00 WIB-14.30 WIB.

Tamu undangan Riung Mungpulung 2017 yang hadir kali ini sebanyak kurang lebih 80 orang, masing-masing mengenakan busana berwarna hitam.

Baca: Vlado Minta Manajemen Serius, di Depan Bilang Mau Ngontrak tapi di Belakang Hubungi Pemain Lain

Tamu undangan yang datang tidak hanya di dominasi oleh anggota komunitas Lingga Binangkit saja, tetapi turut pula anggota keluarga dari komunitas tersebut.

Pembukaan Acara Riung Mungpulung 2017, diawali oleh peniupan lilin dan pemotongan tumpeng oleh para anggota Lingga Binangkit generasi 70an , di antaranya adalah M Burhan, M Natsir, Pino, Ayi Satrianah, dan Mamay Rosadi.


Selain ajang kumpul dan silaturahmi, para anggota komunitas yang hadir juga menunjukan bakat nyanyi mereka di hadapan tamu undangan yang datang.

Ada yang menyanyikan lagu tradisional Sunda, kasidah, jazz era 80an, hingga lagu pop miliknya Alm Chrisye yang berjudul sabda alam dan cintaku.

Namun, yang paling spesial tetap saja lagu tradisional Sunda yang diiringi alat musik tradisional berupa kecapi dan keyoboard.

Suara merdu grup vokal yang digawangi Baki Lingga Binakit, dan Neli Lingga Binakit (70an), terdengar begitu merdu, sehingga membuat para tamu undangan ikut bernyanyi bersama.


Selain grup vokal, para tamu undangan juga dihibur pementasan musik oleh junior Lingga Binangkit yang digawangi oleh band Sam Family

Pada penampilannya, mereka membawakan lagu bergenre pop jaz masa kini, yakni lagu yang berjudul "Akad" milik Band Payung Teduh.

Otje Sumtedi, anggota seniman Lingga Binangkit, menuturkan, tujuan diselenggarakaannya acara ini, berangkat dari keinginan masing-masing anggota Komunitas Lingga Binangkit untuk menjalin kembali tali silaturahmi.

Sebab, acara serupa yang pernah diselenggarakan pada 2005, bertepatan pada peringatan Konfrensi Asia Afrika ke-50.

"Kurang lebih 12 tahun kami tidak pernah menyelenggarakan acara ini karena kesibukan masing-masing, mumpung ada kesempatan jadi kami coba adakan kembali pada tahun ini," ujar Otje Sumtedi kepada Tribun Jabar, Sabtu (18/11/2017).

Otje menceritakan, pada acara yang pertama jauh lebih formal dan ramai, sedangkan yang sekarang agak sedikit bebas dan santai.


Bahkan tamu undangan yang datang hanya sebatas anggota Komunitas Lingga Binangkit dan keluarga mereka saja.

Otje menambahakan, selain ajang silaturahmi, acara ini juga menghimpun para seniman untuk lebih mempererat intuisi dan kebersamaan antar sesama anggota.

"Sehingga ke depannya, acara Riung Mungpulung bisa terselenggara kembali, dan kami bisa menjaring anggota baru lebih banyak lagi," kata Otje.

Besar harapan Otje, riuhnya kebersamaan Riung Mungpulung 2017 tidak hanya hari ini saja, tetapi juga setiap saat.

"Kalau bisa setiap saat kami juga sering ngumpul, agar komunitas ini tidak hilang dimakan zaman yang berkembang," ujar Otje

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved