Tak Pakai Jangkar, ''Saung Apung'' Ini pun Terseret Arus Deras Sungai Pascahujan

Berdasarkan informasi yang berhasil Tribun himpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar Selasa pukul 16.30.

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Istimewa
Saung apung yang terseret arus Sungai Ciminyak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.CO.ID, CILILIN - Akibat hujan deras yang terjadi Selasa (14/11/2017) sebuah rumah makan terapung di bawah Jembatan Ciminyak, RT 03/09, Kampung/Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat terbawa arus air banjir bandang di sungai Ciminyak sejauh 1 kilometer.

Berdasarkan informasi yang berhasil Tribun himpun, peristiwa tersebut terjadi sekitar Selasa pukul 16.30.

Rumah makan tersebut, sebelumnya memang tidak sedang beroperasi, karena sungai Ciminyak yang juga aliran Waduk Saguling tersebut mengering hingga 90 persen.

Sebelumnya sekitar aliran sungai Ciminyak dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan yang ditanami berbagai jenis tanaman seperti jagung, padi, kacang tanah, dan kacang panjang.

Faisal (26) warga Cililin, seminggu sebelumnya, Rabu (8/11/2017) mengaku berkunjung ke lokasi tersebut dan mengambil gambar di lokasi sungai tersebut.

Dikatakannya, lokasi saung apung itu berada di sebelah kanan jika arah dari Cililin (alun-alun).

Menurutnya, minggu lalu kondisi air di lokasi tersebut masih aman.

"Saung apung yang ini kan (sambil menunjukkan gambar), kayaknya emang enggak pakai jangkar jadi pas air besar kebawa arus," ujarnya melalui pesan singkat, Kamis (16/11/2017).

Baca: Setya Novanto Kecelakaan, Politikus Senior Golkar: Bukannya Tak Percaya, tapi Aneh

Sementara Kepala Desa Rancapanggung saat dihubungi Firman Supianto Hadi melalui telepon seluler membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Menurutnya sebelum terjadi peristiwa tersebut memang terjadi hujan yang sangat deras.

"Sekitar pukul 3 (sore) datang caah (air bah) dari arah Pabuaran yang sangat besar. Kebetulan warung ikan bakar berada di bawah kekeringan. Jadi pas datang air bah, warung terbawa arus karena tidak memakai jangkar. Tapi alhamdulillah tidak ada korban karena sedang kosong," kata via pesan singkat.

Menurutnya pemilik warung apung tersebut yakni Yanto (48) bekerja dengan empat karyawan.

Kesehariannya Yanto memang memiliki sebuah rumah makan di yang berada di atas jembatan.

Selain itu, dirinya juga memiliki saung apung tersebut yang berada di atas aliran sungai.

Baca: Terserang Berbagai Penyakit, 80-100 Korban Banjir Jadi Pasien di Pos Kesehatan

Namun sepanjang kemarau kemarin saung apung tersebut tidak beroperasi karena aliran sungai mengalami kekeringan hingga 90 persen lebih.

"Meski tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, kerugian yang dicapai pemilik warung tersebut mencapai Rp 20 juta," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved