Rabu, 10 Juni 2026

LIVE STREAMING: KPK Jemput Paksa Setya Novanto, Sudah Lebih 1 Jam Belum Ada Hasil

Rumah Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dijaga ketat oleh puluhan anggota Brimob, Rabu (15/11/2017) malam.

Tayang:

TRIBUNJABAR.CO,ID, JAKARTA -- Rumah Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dijaga ketat oleh puluhan anggota Brimob, Rabu (15/11/2017) malam.

Mereka menjaga rumah tersangka kasus korupsi e-KTP tersebut setelah anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Setya Novanto.

Sebanyak enam penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi kediaman pribadi Ketua DPR RI, Setya Novanto di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (15/11/2017) malam sekitar pukul 21.30.

Awak media tampak ramai menunggu kehadiran Setya Novanto dan penyidik KPK yang memasuki rumah pribadinya.

Hingga berita ini diturunkan, petugas KPK masih berada di lingkungan sekitar rumah Novanto.

Baca: Begini Kronologi Pengeroyokan Karyawan Stadion GBLA Oleh Oknum Suporter Bonek

Sebelumnya, Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi memastikan kondisi kebatinan kliennya dalam kondisi baik meskipun telah ditetapkan kembali menjadi tersangka kasus korupsi e-KTP.

Hal tersebut diungkapkan Fredrich seusai dirinya bertemu dengan Novanto di gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

"Tadi Pak Novanto masih mengikuti Sidang Paripurna, menjalankan tugas sebagai ketua DPR, beliau menerima laporan-laporan dari DPD, beliau sangat sibuk," ujar Fredrich yang menggambarkan kondisi kebatinan Novanto dalam kondisi baik.

Baca: Hati-hati Pasang Kipas Angin Sebelum Tidur! Pria Malang Ini Sampai Tewas Akibat Hipotermia

Saking sibuknya Novanto dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan DPR, Fredrich mengaku hanya sempat berbicara sebentar untuk melaporkan perkembangan terakhir yang dijalankan sebagai kuasa hukumnya.

"Saya sempat melaporkan kepada beliau upaya yang sudah saya lakukan, begitu kira-kira," ucapnya.

Menurut Fredrich, Novanto dalam menghadapi kasus hukum yang menimpanya tidak pernah merasa takut dan pastinya orang-orang di sekitarnya akan berkorban dengan membela pimpinan DPR. 

Sepak Terjang Setnov

Setya Novanto yang akrab dipanggil Setnov terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2014 - 2019.

Hal itu diputuskan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali, Selasa (17/5/2016).

Setya Novanto mendapatkan perolehan suaratertinggi pada putaran pertama yakni 277 suara.

Baca: Inilah Lima Nasi Tradisional Khas Sunda yang Wajib Anda Cicipi dan Perlu Anda Ketahui

Pesaing terdekat Novanto yakni Ade Komarudin atau Akom dengan perolehan 173 suara.

Akom dan Novanto mencapai syarat minimal dukungan 30 persen pemilik suara.

Seperti diketahui, Novanto memang merupakan sosok politikus yang 'kontroversial.'

Sebelum menjadi Ketua Umum Golkar, Setya Novanto sempat menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Namun pada 16 Desember 2015, dia mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR terkait kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo dalam rekaman kontrak PT. Freeport Indonesia.

Baca: Hati-hati Pasang Kipas Angin Sebelum Tidur! Pria Malang Ini Sampai Tewas Akibat Hipotermia

Kendati begitu, tak banyak yang tahu, Setya Novanto sempat menjadi sopir pribadi politikus Partai Demokrat, Hayono Isman.

Berikut fakta-fakta menarik dari Setya Novanto yang dihimpun TRIBUNNEWS.com dari berbagai sumber:

1. Setya Novanto bertemu Hayono Isman saat bersekolah di Sekolah Menengah Atas 9 (kini disebut SMAN 70).

2. Pertemuan dengan mantan Menteri Pemuda dan Olah raga itu menjadi awal mula persinggungan Setya dengan dunia politik.

3. Saat menimba ilmu di Universitas Katolik Widya Mandala, Surabaya, Setya memiliki banyak pekerjaan.

4. Novanto sempat berjualan beras dan madu dengan modal Rp82.500.

5. Dia memulai dengan kulakan tiga kuintal beras hingga bisa berjualan beras sampai dua truk yang langsung diambil dari pusatnya di Lamongan, Surabaya.

Baca: Setya Novanto Tolak Panggilan Pemeriksaan KPK, Jokowi Beri Komentar Begini

6. Saat itu, dia juga punya kios di pasar Keputren, Surabaya namun usaha tersebut tak bertahan lama dan predikat juragan beras ditanggalkannya karena mitra usahanya mulai tidak jujur.

7. Novanto mendirikan CV Mandar Teguh bersama putra Direktur Bank BRI Surabaya, Hartawan.

8. Dia membubarkan CV-nya setelah mengamini tawaran pekerjaan menjual mobil salesman Suzuki untuk Indonesia Bagian Timur.

9. Berkat kepiawaiannya menjual, pada usia 22 tahun dan dia tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Widya Mandala Surabaya yang menjadi Kepala Penjualan Mobil untuk wilayah Indonesia Bagian Timur.

10. Setya pun pernah menjadi model, dan terpilih jadi pria tampan Surabaya (1975).

11. Di masa-masa ini, Setya Novanto dikenal sebagai orang yang ulet dan banyak sahabat.

12. Selepas kuliah di Widya Mandala, Setya bekerja untuk PT Aninda Cipta Perdana milik Hayono Isman yang bergerak sebagai perusahaan penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik untuk wilayah Surabaya dan Nusa Tenggara Timur.

13. Kembali ke Jakarta di tahun 1982, Setya meneruskan kuliah jurusan akuntansi di Universitas Trisakti.

Baca: VIDEO: Walau Jual Masakan Tradisional, Warong Sombar Tempat Kuliner Manado Ini Kece Banget!

14. Selama kuliah ia tinggal di rumah teman dan atasannya, Hayono, di Menteng, Jakarta dan tetap bekerja di PT Aninda Cipta Perdana.

15. Selain menjadi staf, ia juga mengurus kebun, menyapu, mengepel, hingga menyuci mobil dan menjadi sopir pribadi keluarga Hayono.

16. Semasa kuliah Setya diingat oleh temannya sebagai seseorang yang rapi dan rajin, namun minim kegiatan sosial dan politik saat mahasiswa.

17. Sebagai pengusaha, ia dikenal sebagai salah satu binaan konglomerat Sudwikatmono dan oleh Sudwikatmono, Setya diakui memiliki kemampuan lobi diatas rata rata walaupun kurang matang.

18. Saat diwawancarai tabloid SWA di tahun 1999, Setya mengaku, "Sudwikatmono adalah pembina usaha saya, Hayono Isman membina saya dalam politik, dan Wismoyo Arismunandar membina wawasan pengabdian pada bangsa dan negara."

19. Setya memulai kiprahnya di bidang politik sebagai kader Kosgoro di tahun 1974.

20. Setya Novanto terpilih dalam pencalonan Ketua DPR RI Periode 2014 - 2019 dari Partai Golkar dan pada 2 Oktober 2014 terpilih sebagai Ketua DPR RI.

Baca: Hati-hati Pasang Kipas Angin Sebelum Tidur! Pria Malang Ini Sampai Tewas Akibat Hipotermia

21. Setya menikah dengan Luciana Lily Herliyanti, putri dari Brigadir Jenderal Sudharsono (mantan Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat).

22. Dari pernikahan ini ia memiliki dua anak yaitu Rheza Herwindo dan Dwina Michaella.

23. Ia kemudian bercerai dengan Luciana Lily dan menikah dengan Deisti Astriani Tagor dan memiliki dua anak yaitu Giovanno Farrel Novanto dan Gavriel Putranto.

24. Deisti mengaku bahwa suaminya begitu sibuknya sehingga saat saat bersama yang mereka rutin lakukan adalah berdiskusi di kamar mandi.

25. Pada tahun 2001, Setya Novanto menjadi salah satu saksi persidangan kasus hak piutang (cessie) PT Bank Bali kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

26. Nama Setya Novanto pernah disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sebagai salah satu pengendali proyek dalam kasus e-KTP.

27. Dalam kasus ini, Nazaruddin menyebutkan ada aliran dana yang mengalir ke sejumlah anggota DPR salah satunya Setya Novanto. Novanto diperkirakan menerima Rp300 miliar dari proyek e-KTP.

Baca: 12 Fakta di Balik Sidang Vonis Buni Yani, Nomor 6 Sampai Harus Disensor

28. Setya Novanto pernah diperiksa terkait perkara suap pembangunan lanjutan tempat Pekan Olahraga Nasional XVII. Ruang kerja Setya Novanto juga digeledah oleh Penyidik KPK pada 19 Maret 2013. Tersangka dalam kasus itu adalah mantan Gubernur Riau Rusli Zainal.

29. Pada 16 Desember 2015, Novanto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua DPR RI terkait kasus pencatutan nama Presiden RI Joko Widodo dalam rekaman kontrak PT Freeport Indonesia.

30. Novanto pernah hadir dalam kampanye bakal Calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berkunjung ke Negeri Paman Sam dan memicu kontroversi di Tanah Air.

31. Setya Novanto sempat bikin heboh media sosial gara-gara tertangkap tertidur saat mengheningkan cipta di arena Munaslub Partai Golkar. (TRIBUNNEWS.com/Wikipedia)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved