Dede Yusuf Masih ''Ragu'' Maju di Pilgub Jabar, Ini Tanggapan Ketua DPD Demokrat Jabar
Partai Demokrat masih harus bersabar karena sejauh ini Dede Yusuf yang masih anggota DPR RI belum membuat keputusan.
Penulis: Ferry Fadhlurrahman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan wartawan Tribun Jabar, Ferry Fadhlurrahman
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Nama Dede Yusuf disebut-sebut sebagai satu di antara kader andalan dari Partai Demokrat untuk Pilgub Jabar 2018.
Hanya, Partai Demokrat masih harus bersabar karena sejauh ini Dede Yusuf yang masih anggota DPR RI belum membuat keputusan.
Padahal, pendapaftaran Cagub semakin dekat, pada Januari 2018. Dede Yusuf malah masih ingin berpikir ulang.
"Pak Dede Yusuf itu politisi senior, wajar kalau ia terus berpikir ulang. Biar pilihannya mantap," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Irfan Suryanegara, di Bandung, Minggu (12/11/2017).
Cita-cita RD Melatih Persib hingga 2 Bek Tangguh Madura United Dikabarkan Bakal Gabung Maung Bandung https://t.co/gpXl9tWtOG via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) November 13, 2017
Irfan Suryanegara menyebut terlalu awal untuk memutuskan apakah Dede Yusuf keluar dari perhitungan dari Partai Demokrat.
Partai Demokrat, imbuhnya, belum memutuskan apapun soal Pilgub Jabar.
Dalam perkembangan dua bulan terakhir, Demokrat sudah mengajukan Dede Yusuf sebagai calon gubernur kepada Poros Baru, bersama PAN dan Partai Gerindra.
Baca: Tabung Gas Meledak di Cangkuang, Aziz Pun Terpental 8 Meter dan Tewas, Kakinya Terpisah
Dengan status Dede Yusuf sebagai anggota DPR RI dan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat akan sulit untuk Demokrat tidak mempertimbangkan Dede Yusuf.
Akhir-akhir ini arah Demokrat lebih ke pengusungan Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.
Irfan mengaku akan senang kalau akhirnya Deddy Mizwar dipasangkan dengan Dede Yusuf.
"Yang cocok kalau dia bersatu ya cuma kan kursi Demokrat di (DPRD Jabar) cuma 12. Kalau sempet 22 (kursi di DPRD Jabar, pasti DPD Jawa Barat mengusungkan itu (Deddy Mizwar dan Dede Yusuf) ke DPD tapi semuanya (tergantung) dari majelis tinggi," kata Irfan Suryanegara.