Kesadaran Warga Bandung Memakai Sabuk Pengaman Masih Rendah

Penyebab utama banyaknya kasus kematian ialah tidak menggunakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil.

Kesadaran Warga Bandung Memakai Sabuk Pengaman Masih Rendah
TRIBUNJABAR.CO.ID/ISAL MAWARDI
Kamalia Purbani, Asisten Pemerintahan dan Kesejahterahan Kota Bandung, di Balai Kota Bandung, Selasa (7/11/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isal Mawardi

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Di bulan Agustus lalu, Pemerintah Kota Bandung untuk pertama kalinya menerbitkan Laporan Tahunan Keselamatan Berkendara tahun 2015-2016, yang menunjukkan bahwa di Kota Bandung terjadi 84 kasus kematian dan 798 kasus cedera lalu lintas di tahun 2016.

Penyebab utama banyaknya kasus kematian ialah tidak menggunakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Kota Bandung, Kamalia Purbani, mengatakan bahwa penggunaan sabuk pengaman merupakan hal yang paling sering dilanggar.

"Karena terkesan paling mudah dilakukan jadi banyak yang melanggar. Hanya dengan 2 detik (menggunakan sabuk pengaman), pengemudi dapat menyelamatkan nyawa," ujar Kamalia.

Menurutnya, warga Bandung banyak yang hanya menyelempangkan sabuk pengaman tanpa di-klik. Hal itu sangat fatal dan dapat menyebabkan kematian.


Menguatkan pernyataan dari Kamalia, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, dan Penelitian Kota Bandung Hery Antasari mengatakan bahwa kemungkinan terjadinya kematian sangat tinggi jika pengendara tidak menggunakan sabuk pengaman.

"75% bisa dipastikan meninggal jika tidak menggunakan seat belt. Jika memakai seat belt maka 4 kali lebih rendah tingkat kematiannya," ujar Hery.

Menurutnya, organ yang paling fatal jika tidak menggunakan sabuk pengaman adalah benturan antara rongga dada dengan stir serta benturan kepala dengan interior kendaraan.

Selain kampanye Klik Biar Selamat mengenai penggunaan sabuk pengaman, Pemkot Bandung juga fokus mengkampanyekan tentang kecepatan berkendara.

Diharapkan dengan adanya kampanye keselamatan berlalu lintas dapat mengurangi tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas.

Penulis: Isal Mawardi
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved