Rabu, 22 April 2026

Novel Silariang Diharapkan Bisa Buka ''Sumbatan'' Komunikasi Antara Anak dan Orangtua

Setelah diulas di sejumlah media, beberapa komunitas dan organisasi pun menyambut baik rilis novel Silariang

Penulis: Fasko dehotman | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Fasko Dehotman
Tampilan sampul novel Silariang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Setelah diluncurkan secara resmi di Gramedia Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, novel adaptasi skenario Silariang "Cinta yang Tak Direstui" terus diapresiasi berbagai kalangan.

Setelah diulas di sejumlah media, beberapa komunitas dan organisasi pun menyambut baik rilis novel Silariang yang ditulis oleh Oka Aurora tersebut.

Satu di antaranya adalah organisasi perempuan terkemuka, Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS).

Icwan Persada, Produser film Silariang "Cinta yang Tak Direstui", menceritakan, ihwal diapresiasinya film Silariang oleh IWSS.

Peristiwa itu terjadi ketika ia ikut menghadiri acara Tasyakuran HUT ke-40 IWSS di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata RI, Makasar, Oktober lalu.


Di acara tersebut, Icwan Persada secara simbolis menyerahkan novel Silariang kepada Ketua Umum PP IWSS, Nurwasih Nur Aziz.

"Alhamdulillah beliau sangat mengapresiasi novel kami. Bahkan, Ibu Nurwasih Nur Aziz sempat mengucapkan terima kasih kepada saya. Ia berharap film ini akan membludak penontonnya dan menjadi pelajaran bagi anak muda dan orangtuanya," ujar Icwan Persada kepada Tribun Jabar saat ditemui di kawasan TSM Bandung, Jumat (3/11/2017).

Icwan Persada menambahkan, selain IWSS, novel Silariang juga diapresiasi oleh Maman Suherman, penggiat literasi dan kreator acara Indonesia Lawak Klub di stasiun TV Swasta.

Baca: Usung Non Kader untuk Pilgub Jabar, Sekjen Golkar Janjikan Ini untuk Dedi Mulyadi

"Maman Suherman menilai, novel yang ditulis berdasarkan cerita asli dari saya ini cukup istimewa untuk dibaca oleh kalangan muda. Menurutnya, novel ini membuka perlahan tirai jawaban tentang cinta yang tidak direstui," katanya.

Ichwan Persada berharap, selain filmnya, novel Silariang juga mendapat tempat di hati para pembaca kawula muda.

“Novel ini, meski sangat kuat konten budayanya, tetap ditulis dengan gaya populer karena novel ini memang ditujukan untuk anak-anak muda. Seperti kata Bu Nurwasih, insya Allah, novel ini jadi jembatan komunikasi yang mungkin macet antara anak muda dan orangtua," tutur Ichwan Persada. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved