Ketua SPSI Berharap UMK Jabar Naik Lebih dari 15 Persen

Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) kabupaten/kota di Jawa Barat akan ditetapkan pada. . .

Ketua SPSI Berharap UMK Jabar Naik Lebih dari 15 Persen
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Theofilus Richard 
TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK)  kabupaten/kota di Jawa Barat akan ditetapkan pada Selasa (21/11/2017).
Proses penetapan itu juga disebut Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan, melibatkan Dewan Pengupahan di kabupaten/kota. 
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Barat, Roy Jinto, berharap kenaikan UMK lebih dari 15 persen. 
"Kalau hitung berdasarkan UU No. 13 tahun 2003, Menghitung kebutuhan hidup layak (KHL), inflasi, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat, bisa lebih dari 15 persen," ujarnya ketika dihubungi Tribun Jabar melalui telepon, Kamis (2/11/2017).

Ia menyebut angka tersebut sudah melalui kajian dan survei Dewan Pengupahan.  
Ia berharap dalam penghitungan kenaikan UMK, tidak menggunakan inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. 
Menurutnya yang harus digunakan menentukan UMK adalah inflasi dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat. 
"UMK harus memperhatikan KHL, inflasi dan pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota di Jawa Barat. Karena inflasi dan pertumbuhan ekonomi setiap kabupaten/kota beda-beda," ujarnya.
Jika tidak mencapai angka 15 persen, SPSI mengatakan akan menggelar aksi demonstrasi. 
Dalam aksi tersebut, SPSI akan bergabung dengan serikat pekerja lain untuk menuntut beberapa hal mengenai pengupaham dan ketenagakerjaan. 

Meski belum ditetapkan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan, mengatakan kenaikan UMP akan berkisar di angka 8,71 persen. (*)
Penulis: Theofilus Richard
Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved