Asal Tidak Membebani, Pengusaha Dukung Upah Minimum Provinsi yang Baru Diberlakukan Hari Ini

Pemprov Jabar telah menandatangani Upah Minumum Provinsi (UMP) yang akan diberlakukan pada 1 November 2017 ini.

Asal Tidak Membebani, Pengusaha Dukung Upah Minimum Provinsi yang Baru Diberlakukan Hari Ini
GRAFIS TRIBUN JABAR / WAHYUDI UTOMO
infografis upah minimum provinsi Jawa Barat. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar telah menandatangani Upah Minumum Provinsi (UMP) yang akan diberlakukan pada 1 November 2017 ini.

Penentuan upah ini oleh pengusaha sudah menjadi ketentuan yang harus dipatuhi, meski begitu pelaku usaha berharap juga ada saling pemahaman baik dari pengusaha maupun buruh.

"Kami tunduk pada peraturan yang sudah ditetapkan, pengusaha dan serikat pekerja harus menerima. Tapi harus dipahami juga karena tidak semua perusahaan sehat, ada perusahaan yang memang tidak sehat dan memengaruhi operasional dan pemasukan bagi perusahaan, " kata Ketua APINDO Jawa Barat, Deddy Wijaya melalui sambungan telepon, Selasa (31/10/2017).

Menurutnya, gejolak ada yang cocok atau setuju tidaknya memang tidak bisa dipungkiri. Untuk itu, harus ada kesepahaman baik antara pengusaha dan pekerja.


Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal juga mengatakan hal yang sama.

Sebagai pengusaha pihaknya pada mendukung penetapan UMP tersebut selagi kenaikan 8% masih terjangkau. Karena kemampuan pengupahan juga disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.

"UMP realitasnya seharusnya tak memberatkan semua pihak. Terutama, pengusaha jangan sampai terbebani. Karena, kalau pengusaha tak bisa membayarkan upah maka yang akan mendapatkan kesulitan adalah buruh, " katanya ditemui di sela acara FGD Jurnalis Ekonomi di The Summit Siliwangi Hotel Bandung, Selasa (31/10/2017).

Terkait adanya pihak yang tidak setuju dengan penetapan tersebut, Ia mengajak semua pihak terkait juga memahami kondisi ekonomi saat ini.

Dunia industri sempat mengalami perlambatan, begitu juga usaha lainnya salah satunya ritel.

Pihaknya berharap kondisi ekonomi akan terus membaik, dengan begitu akan mempengaruhi pada kinerja perusahaan dan berimbas juga kepada kesejahteraan buruh atau karyawan.

"Karena bagaimanapun karyawan atau buruh itu mitra kami para pengusaha, jika perusahaan makmur maka buruh pun sejahtera," katanya.

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Jannisha Rosmana Dewi
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved