Gubernur Jabar Teken UMP 2018 yang Naik Sekira Rp 120 Ribu dari Tahun Sebelumnya

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan telah menandatangani rekomendasi UMP yang diajukan Dinas Tenaga Kerja dan . . .

Gubernur Jabar Teken UMP 2018 yang Naik Sekira Rp 120 Ribu dari Tahun Sebelumnya
plus.google
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2018.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan telah menandatangani rekomendasi UMP yang diajukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar, senilai Rp 1.544.360,67.

"UMP sudah saya tanda tangani. Disahkannya memang tanggal 1 November 2017, tapi sudah saya tanda tangani," ujar Gubernur yang akrab disapa Aher tersebut di Gedung Sate, Senin (30/10/2017).

Baca: Dua Kelompok Mahasiswa Unjuk Rasa Tuntut Pembebasan Aktivis dan Realisasi Bupati

Aher mengatakan angka UMK di tingkat kabupaten dan kota di Jawa Barat tidak boleh lebih kecil dari angka UMP karena merupakan batasan terkecil UMK.

Aher berharap dengan penetapan UMP ini, tidak akan ada gejolak mengenai penetapan upah di daerah.

"Mudah-mudahan tidak ada gejolak dan semua pihak memahami. Buruh merasakan manfaatnya, sekaligus membuat dunia usaha kondusif," kata Aher yang menginginkan dunia usaha tetap berjalan baik di tengah krisis ekonomi global ini dan pekerja tetap mendapat penghasilan serta kian sejahtera.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Ferry Sofwan Arif, mengatakan dewan Pengupahan Provinsi Jabar sudah memiliki formulasi angka UMP 2018 dengan kenaikan 8,7 persen sesuai dengan Surat Edaran Kemenaker Tanggal 13 Oktober 2017 tentang tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto 2017.

Ferry mengatakan Dewan Pengupahan Provinsi Jawa Barat pada 23 Oktober 2017 pun telah menyepakati dan merekomendasikan UMP Jabar 2018 di angka Rp 1.544.360,67 yang akan berlaku mulai 1 Januari 2018.

UMP 2017 Jabar mencapai angka Rp 1.420.624,29, dengan kenaikan saat itu 8,25 persen dari UMP 2016.

Ferry mengatakan formulasi perhitungan UMP 2018 berdasarkan pada perhitungan UMP tahun 2017 ditambah dengan hasil perkalian antara UMP 2017 dengan penjumlahan tingkat inflasi nasional 2017 dan tingkat pertumbuhan produk domestik bruto 2017. (*)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved