Penjual Pupuk Subsidi di Purwakarta Mengaku Diperas dan Dimintai Uang
Mereka mengancam, mengintimidasi dan meminta uang pada teman-teman saya penjual pupuk subsidi untuk petani.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA- Sejumlah pemilik kios penjual pupuk bersubsidi di Kecamatan Wanayasa, Bojong dan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, mengaku diperas dan dimintai uang oleh sejumlah orang berseragam salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Purwakarta.
Dedi Medan (45), salah satu pemilik kios mengaku kejadian itu terjadi sejak dua pekan terakhir.
Sejumlah orang mendatangi pemilik kios di tiga kecamatan tersebut. Dedi menyebut nama LSM di Purwakarta tersebut namun dalam pernyataannya agar tidak menyebut nama LSM tersebut.
Beri Klarifikasi Perihal Orang Ketiga, Shyalimar Malik Justru Kepergok Pakai Cincin. Pemberian Didi? https://t.co/Ess6SzplaQ @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 29, 2017
"Mereka mengancam, mengintimidasi dan meminta uang pada teman-teman saya penjual pupuk subsidi untuk petani. Kejadiannya berkala sejak dua minggu terakhir," ujar Dedi di Purwakarta, Minggu (29/10/2017).
Ia mengatakan, mereka mencari-cari kesalahan para pemilik kios ihwal penyaluran pupuk bersubsidi. Seperti menjual pupuk bersubsidi dengan harga tinggi hingga penyaluranya yang dinilai tidak tepat sasaran.
Baca: Hebat! Ada Salat Magrib Berjamaah di Stadion Sebelum Kick Off Final Liga Santri Nusantara
"Penyaluran dan penjualan pupuk bersubsidi ini kan ada aturannya. Kami selaku penjual mengerti betul bagaimana alurnya. Tapi kesalahan kami dicari-cari, malah mereka mengintimidasi," ujarnya.
Karena khawatir dan ketakutan, penjual pupuk ini akhirnya menyerahkan sejumlah uang pada angota LSM ini. Nilainya bervariatif, ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Menurutnya, sudah ada enam pemilik kios penjual pupuk subsidi yang jadi korban.
Bukan Daging Sapi atau Kuda, di Vietnam Jika Ingin Cantik dan Awet Muda Bisa Makan Daging Hewan Ini https://t.co/nA36874NId via @tribunjabar
— Tribun Jabar (@tribunjabar) October 29, 2017
"Di Bojong ada dua kios pupuk. Sisnya di Bojong. Capek debat sama mereka mah, dijelasin dasar hukumnya juga mereka enggak ngerti. Tapi mereka malah mengintimidasi dan meminta uang, ada yang ngasih dari Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta," ujarnya.
Tidak hanya mengaku LSM, menurutnya komplotan itu juga membawa seorang oknum wartawan yang juga turut mengintimidasi.
"Ini kan pupuk subsidi, kami hanya menjualnya, jadi kami harap polisi segera bertindak menangkap mereka," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pupuk-subsidi_20171029_211308.jpg)