Kamis, 9 April 2026

Penjual Pupuk Subsidi di Purwakarta Mengaku Diperas dan Dimintai Uang

Mereka mengancam, mengintimidasi dan meminta uang pada teman-teman saya penjual pupuk subsidi untuk petani.

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Tarsisius Sutomonaio
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Jenis dan harga pupuk bersubsidi terpampang di salah satu kios resmi PT Pupuk Indonesia Holding Company di bilangan Jalan Katamso, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, Sabtu (25/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA- Sejumlah pemilik kios penjual pupuk bersubsidi di Kecamatan Wanayasa, Bojong dan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, mengaku diperas dan dimintai uang oleh sejumlah orang berseragam salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Purwakarta.

Dedi Medan (45), salah satu pemilik kios mengaku kejadian itu terjadi sejak dua pekan terakhir.

Sejumlah orang ‎mendatangi pemilik kios di tiga kecamatan tersebut. Dedi menyebut nama LSM di Purwakarta tersebut namun dalam pernyataannya agar tidak menyebut nama LSM tersebut.


"Mereka mengancam, mengintimidasi dan meminta uang pada teman-teman saya penjual pupuk subsidi untuk petani. Kejadiannya berkala sejak dua minggu terakhir," ujar Dedi di Purwakarta, Minggu (29/10/2017).

‎Ia mengatakan, mereka mencari-cari kesalahan para pemilik kios ihwal penyaluran pupuk bersubsidi. Seperti menjual pupuk bersubsidi dengan harga tinggi hingga penyaluranya yang dinilai tidak tepat sasaran.

Baca: Hebat! Ada Salat Magrib Berjamaah di Stadion Sebelum Kick Off Final Liga Santri Nusantara

"Penyaluran dan penjualan pupuk bersubsidi ini kan ada aturannya. Kami selaku penjual mengerti betul bagaimana alurnya. Tapi kesalahan kami dicari-cari, malah mereka mengintimidasi," ujarnya.

Karena khawatir dan ketakutan, penjual pupuk ini akhirnya menyerahkan sejumlah uang pada angota LSM ini. Nilainya bervariatif, ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Menurutnya, sudah ada enam pemilik kios penjual pupuk subsidi yang jadi korban.


"Di Bojong ada dua kios pupuk. Sisnya di Bojong. Capek debat sama mereka mah, dijelasin dasar hukumnya juga mereka enggak ngerti. Tapi mereka malah mengintimidasi dan meminta uang, ada yang ngasih dari Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta," ujarnya.

Tidak hanya mengaku LSM, menurutnya komplotan itu juga membawa seorang oknum wartawan yang juga turut mengintimidasi.

"Ini kan pupuk subsidi, kami hanya menjualnya, jadi kami harap polisi segera bertindak menangkap mereka," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved