Hebat! Ada Salat Magrib Berjamaah di Stadion Sebelum Kick Off Final Liga Santri Nusantara

Laga penentuan juara antara Darul Huda Ponorogo dan Darul Hikmah Cirebon kick off pada pukul 19.00 WIB

Hebat! Ada Salat Magrib Berjamaah di Stadion Sebelum Kick Off Final Liga Santri Nusantara
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Sebelum final kick off final Liga Santri Nusantara, para pemain dan ofisial dari kedua tim yang akan bertanding, suporter, dan tamu undangan yang hadir melakukan salat Magrib berjamah, di Lapangan Stadion GBLA, Minggu (29/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG- Ada yang berbeda sebelum pertandingan final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 dibandingkan pertandingan sepak bola lainnya.

Sebelum pertandingan digelar, pemain dari kedua tim yang akan bertanding, suporter, dan tamu undangan yang hadir melakukan salat Magrib berjamaah di Lapangan Stadion GBLA.

Laga penentuan juara antara Darul Huda Ponorogo dan Darul Hikmah Cirebon kick off pada pukul 19.00 WIB di Stadion Gelora Bandung Lautan Api Kota Bandung, Minggu (29/10/2017).

Mereka terlihat khusyuk menunaikan ibadah salat berjamaah di sebelah barat lapangan.

Direktur Pertandingan LSN, Mohamad Koesnaeni, mengungkapkan pada pertandingan final yang mempertemukan tim Pondok Pesantren Darul Huda Ponorogo menghadapi Pondok Pesantren Darul Hikmah Cirebon memang harus diawali dengan salat Magrib berjamaah.

"Selain itu, sepanjang digelarnya pertandingan LSN, jika ada pemain yang diberikan kartu kuning oleh wasit harus cium tangan kepada wasit," ucap Koesnaeni, di Stadion GBLA.

Menurut Koesnaeni, yang akrab disapa Bung Kus ini, secara keseluruhan kompetisi LSN 2017 ini berbeda dengan sebelumnya.

Baca: 3 Tahun Dinyatakan Hilang, Jenazah Atlet Ini Ditemukan Masih Utuh di Balik Sebuah Batu

"Jumlah golnya lebih sedikit jika dibandingkan tahun sebelumnya, itu menggambarkan betapa ketatnya persaingan pesertan LSN tahun ini," ujar Bung Kus.

Hingga kini, dikatakan Bung Kus, 70 pesepak bola dari berbagai pesantren sudah terjaring oleh talent scoting.

"Kami akan cari pemain sebanyak-banyaknya tidak ada batasan. Nantinya, kami menyerahkan datanya untuk timnas. Tahun lalu, dari 80 data anak yang diberikan terdapat 3 yang dipanggil dan satu orang masuk tim nasional Indonesia," ujarnya. (*)

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved