Breaking News:

Ini Kendala yang Dihadapi PMI Kota Bandung dalam Menangani Bencana Alam

Unit Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung harus libatkan masyarakat dalam menangani bencana berskala besar, karena . . .

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/Yongky Yulius
Kantor PMI Kota Bandung di Jalan Aceh, Kamis (26/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Yongky Yulius

TRIBUNJABAR.CO.ID, BANDUNG - Unit Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung harus libatkan masyarakat dalam menangani bencana berskala besar, karena jumlah relawan yang siaga di markas terbatas.

"(Relawan) bukan kurang. Tapi, relawan yang siaga di sini (di markas) kadang hanya 30-an orang. Padahal, jumlah relawan yang tercatat ada 600-an orang," ujar Kasubbag Infokom PMI Kota Bandung Priyo Handoko, kepada Tribun Jabar, Kamis (26/10/2017), di kantornya.

Menurut Priyo, jumlah relawan yang siaga di markas PMI, Jalan Aceh, Bandung, hanya 30-an orang per harinya, karena masing-masing relawan pun memiliki kesibukkan.

Baca: Hanya Karena Makanan Ini, Valerie Thomas Ditagih Hutang oleh SPG: Hargai Pedagang Kecil. . . .

Padahal, saat bencana alam terjadi, PMI Kota Bandung, paling tidak membutuhkan 40 orang lebih saat turun membantu masyarakat.

"Jumlah idealnya, kita susah menentukan. Tapi kalau (bencana alam) skala besar. Seperti di dapur umum harus minimal 20 orang, belum lagi di bagian lain seperti bagian evakuasi. Ya, 40-an orang lah harusnya," ujar Priyo.

Namun, selama menangani bencana alam beberapa waktu yang lalu, di Cidadap ataupun di Baleendah, PMI mengaku kerap dibantu masyarakat.


"Kita terbantu dengan relawan kecamatan. Kalau selama ini belum kekurangan karena dibantu juga dengan masyarakat," ujar Priyo.

Menurut Priyo, PMI harus terus berkoordinasi dengan relawan yang ada di tingkat kecamatan dalam hal penanganan bencana alam seperti longsor ataupun banjir.

Setiap tanggal 17, unit markas PMI pun selalu melakukan koordinasi dengan relawan tingkat kecamatan di PMI, Jalan Aceh, Bandung.

"Intinya, kita harus koordinasi ke PMI setempat. Kalau Bandung kita banyaknya longsor. Koordinasi dengan kecamatan tidak ada kendala, tiap tanggal 17 selalu koordinasi di sini," kata Priyo. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved