Minggu, 12 April 2026

Pilgub Jabar

Tak Dapat Restu DPP Golkar? Pengamat Unpad Ini Sebut Dedi Mulyadi Masih Berpeluang Diusung PDIP

Pengamat politik Unpad, Firman Manan menilai ada sejumlah alasan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi diundang

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat pidato di Rapat Paripurna DPRD Purwakarta, Senin (23/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNJABAR.CO.ID, PURWAKARTA - Pengamat politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan menilai ada sejumlah alasan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi diundang dalam curah gagasan yang digelar DPD PDI Perjuangan Jabar di Bandung, hari ini Rabu (25/10/2017).

Seperti diketahui, dari sembilan bakal calon gubernur yang diundang menyampaikan gagasannya soal Jabar, Dedi adalah satu-satunya ketua partai di Jabar yang diundang.

Pengamat politik sekaligus dosen Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Firman Manan.
Pengamat politik sekaligus dosen Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Firman Manan. (TRIBUN JABAR/RAGIL WISNU SAPUTRA)

"Karena Dedi Mulyadi ini diantara para peserta lainnya termasuk yang memiliki popilaritas dan elektabilitas survey yang tinggi, disamping Deddy Mizwar. Kemudian, Dedi juga punya kesamaan ideologis dengan PDIP," ujar pengamat politik Universitas Padjadjaran, Firman Manan melalui ponselnya, Rabu (25/10).

Baca: Wanita Ini Pura-pura Tidur Saat Calon Mertua Masuk Kamarnya, Lalu Hal yang Tak Disangka Terjadi

Belum lagi, kata dia, Dedi Mulyadi memiliki visi ideologis yang sama dengan PDIP soal nasionalisme. Sekalipun Dedi adalah kader tulen yang dibesarkan Partai Golkar namun Dedi memiliki ide-ide kebangsaan yang sejalan dengan PDIP termasuk mampu menterjemahkan cita-cita ideologis PDIP yang juga selama ini menterjemahkan ide-ide besar founding father mereka, Ir Soekarno.

"Sehingga itu jadi variabel penentu Dedi Mulyadi diusung oleh PDIP. Apalagi, selama ini PDIP belum memiliki kader potensial dan menjanjikan untuk diusung oleh partainya sendiri. Dari segi perolehan kursi pun, PDIP bisa mengusung calon sendiri," ujarnya.


Di samping itu, Dedi bersama Golkar Jabarnya sudah membangun komunikasi politik yang intens dengan DPD PDIP Jabar. Idikatornya pertemuan kedua partai membahas pilkada serentak 2018 termasuk wacana koalisi di Pilgub Jabar. Sehingga, political chemistry diantara keduanya sdah terbangun dengan baik.

Dua indikator tingginya popularitas Dedi dan komunikasi politik yang terbangun lama dengan PDIP dinilainya menguntungkan Dedi, sekalipun pada ajang itu hadir pula Deddy Mizwar yang juga memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi.

"Sehingga, sekalipun Dedi Mulyadi tidak diusung oleh DPP Partai Golkar, maka Dedi Mulyadi sangat berpeluang besar diusung oleh PDIP. Dua indikator yang saya sebut jadi alasan rasional Dedi Mulyadi diusung PDIP," ujar Firman. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved